Senin 25 Jan 2021 22:50 WIB

Kedubes Israel Resmi Dibuka di UEA, Ini Konsekuensinya

Kedua negara Israel dan UEA resmi buka kedubes di negara masing-masing

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Kedua negara Israel dan UEA resmi buka kedubes di negara masing-masing Bendera Israel
Foto: aujs.com.au
Kedua negara Israel dan UEA resmi buka kedubes di negara masing-masing Bendera Israel

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI – Uni Emirat Arab dan Israel menandatangani perjanjian perdamaian pada 15 September, untuk membangun hubungan diplomatik dan menormalkan hubungan.

Menindaklanjuti hubungan tersebut, Israel membuka kedutaan besar di Abu Dhabi dan UEA akan melakukan hal yang sama di Tel Aviv, Israel. 

Baca Juga

UEA menyetujui rencana membuka kedutaan tersebut selama pertemuan kabinet yang dipimpin Sheikh Mohammed bin Rashid, wakil presiden, perdana menteri dan Penguasa Dubai. 

Tak lama kemudian, Israel mengumumkan telah lebih dulu membuka kedutaan besarnya di ibu kota Emirat, Abu Dhabi, sebagai langkah tambahan dalam implementasi perjanjian damai. Misi akan dipimpin oleh Eitan Naeh. 

"Kedutaan Besar Israel di Uni Emirat Arab akan mempromosikan hubungan penuh antara kedua negara di semua bidang, dan memperluas hubungan dengan pemerintah Emirat, badan ekonomi dan sektor swasta, lembaga akademik, media, dan banyak lagi," kata kementerian luar negeri Israel, Gabi Ashkenazi dilansir dari Arab News, pada Senin (24/1). 

Kedutaan sementara, kata Gabi Ashkenazi, akan bekerja untuk memajukan kepentingan Israel dan melayani warganya, kata kementerian itu. "Pembukaan misi akan memungkinkan perluasan hubungan bilateral antara Israel dan UEA, dan implementasi penuh dan cepat dari potensi yang melekat dalam hubungan kita," lanjutnya. 

Pernyataan kementerian itu juga mengatakan bahwa Kantor Penghubung Israel di Rabat dan Konsulat Jenderal Israel di Dubai diharapkan akan dibuka dalam beberapa hari mendatang, serta kedutaan besar Israel di ibu kota Bahrain, Manama, telah aktif selama beberapa minggu. 

Bahrain, Sudan dan Maroko juga menandatangani perjanjian serupa dan keempat negara telah memulai penerbangan langsung ke dan dari Israel.

Pemerintah Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya, meskipun itu tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional. 

Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina masa depan dan sebagian besar negara memiliki kedutaan besar di Tel Aviv. 

Sumber: https://www.arabnews.com/node/1797601/middle-east  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement