Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Politikus AS Ramai-Ramai Boikot Pelantikan Donald Trump

Rabu 18 Jan 2017 06:49 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nur Aini

Presiden AS terpilih, Donald Trump

Presiden AS terpilih, Donald Trump

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Upaya memboikot pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS semakin ramai pada Selasa (17/1). Semakin banyak politikus Demokrat yang menolak hadir dalam acara resmi kepresidenan pertama 2017 itu.

Lebih dari 50 anggota House Demokrat menolak menyaksikan sumpah Trump di US Capitol. Hal ini menyusul perseteruan antara aktivis HAM sipil dan anggota Kongres veteran, John Lewis dengan Trump. Lewis adalah sosok penting dalam sejarah AS. Ia memperjuangkan HAM sipil warga Afrika-Amerika bersama Martin Luther King Jr pada 1960an. Beberapa waktu lalu, Lewis mengatakan tidak akan datang ke pelantikan Trump.

Menurutnya, miliarder kawakan itu bukan presiden terlegitimasi. Trump merespons dengan sinis pernyataan tersebut dengan menyebut Lewis selama ini hanya bicara saja tanpa aksi. "Seharusnya ia memperhatikan distriknya," kata Trump.

Sejak saat itu perseteruan mereka mengundang komentar dari banyak pihak yang diikuti dengan sejumlah politikus yang membela Lewis. Mereka mengatakan tidak akan datang ke pengucapan sumpah Trump sebagai presiden ke-45.

"Saya tidak akan ikut merayakan pria yang menghina perbedaan politik dan penuh kebencian," kata Representative Keith Ellison dari Minnesota. Representative Maryland, Anthony G Brown juga akan melewatkannya sebagai penghormatan untuk Lewis.

Jumlah politikus yang tidak akan hadir meningkat hingga lebih dari 40 orang pada akhir pekan lalu. Namun ini tidak menghentikan Trump mencela Lewis. Trump menyebut Lewis berbohong menyebut ini absen pertamanya dalam pelantikan presiden.

"Salah (atau bohong!), Lewis melewatkan pelantikan presiden George W Bush juga pada 2001. Kantor Lewis mengonfirmasi ia melewatkan upacara Bush. Alasannya juga karena tidak suka," ujarnya.

sumber : BBC
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA