Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Buruh Pilih Pengacara Muslim untuk Jadi Wali Kota London

Sabtu 12 Sep 2015 09:31 WIB

Rep: C25/ Red: Ilham

Calon wali kota London Sadiq Khan

Calon wali kota London Sadiq Khan

Foto: huffingtonpost

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kota London berpeluang memiliki Wali Kota Muslim pertama. Sebab, partai buruh sebagai oposisi utama pemerintah memilih Sadiq Khan sebagai kandidatnya.

Sadiq Khan, mantan pengacara Hak Asasi Manusia (HAM), akan maju dalam pemilihan umum yang diadakan pada bulan Mei mendatang. Dia akan menantang tokoh konservatif Boris Johnson, salah satu politisi Inggris yang paling terkenal.

Meskipun wali kota London memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan kota-kota dunia seperti New York, pekerjaan itu tetap membutuhkan profil tinggi yang biasanya menarik tokoh yang ambisius.

Khan ingin memperbaiki ketidaksetaraan di kota London. Sebab, kini London hanya menjadi rumah untuk sejumlah orang terkaya di dunia.

"Ambisi terbesar kami adalah memastikan bahwa semua warga London memiliki peluang yang sama. London harus sekali lagi menjadi sebuah kota, dimana setiap orang dapat meraih potensi mereka," kata dia dalam konferensi pers setelah dinominasikan.

Khan yang keturunan Pakistan, berjanji akan membangun perumahan yang lebih terjangkau dan membekukan tarif angkutan seperti saat masih berinvestasi di proyek-proyek infrastruktur.

Ia adalah salah satu anggota parlemen yang mencalonkan veteran sayap kiri, Jeremy Corbyn, untuk memimpin Partai Buruh. Namun, Khan juga dikabarkan tidak benar-benar memilih Corbyn.

Johnson, yang dikenal dengan penampilan rambut pirangnya berjanji akan melakukan dua hal jika terpilih sebagai wali kota. Partai Konservatif sendiri belum memilih calon wali kota, tetapi Zac Goldsmith, seorang anggota parlemen dan merupakan anak seorang miliarder, menjadi tokoh yang kabarkan menjadi favorit.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA