Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Krisis Eropa Giring Pemuda Sisilia Jadi Gembala Modern

Jumat 04 May 2012 11:35 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Pemuda pengurus ternak kambing di Sisilia

Pemuda pengurus ternak kambing di Sisilia

Foto: TrekEarth/Roberto Bellaccomo

REPUBLIKA.CO.ID, Kini di jalanan Pulau Sisilia, Anda akan menyaksikan pemandangan berbeda. Sebanyak 3.000 anak muda Italia, menurut badan pertanian Coldiretti, memutuskan menjadi penggembala kambing.

Dulu, dalam tradisi para pria dewasa di wilayah menjadi gembala kambing adalah hal biasa. Masuk era modern anak muda jarang melakukannya.. Padahal salah satu produk kesohor dari Pulau Sisilia ialah keju kambing kualitas tinggi, pecorino.

Apa yang membuat mereka kembali menggembala? Hidup sederhana di luar ruangan menjadi pilihan karena aspirasi mereka untuk menjadi dokter, pengacara atau insinyur telah digagalkan oleh pertumbuhan ekonomi Italia yang melambat. Kondisi ini diperparah dengan meluncurnya skema penghematan besar-besaran dengan pemotongan anggaran publik sana-sini yang menyebabkan warga miskin kian tercekik.

Satu penggembala muda, Davide Bortoluzzi, 25, memiliki gelar dari sebuah lembaga pendidikan teknis. Namun ia tak mampu mendapatkan pekerjaan. Tak tahan menganggur, ia menjadi 'pengasuh' sekawanan domba berjumlah 400 ekor di Dolomites di Italia utara.

"Saya senang dengan pilihan yang saya buat," katanya. "Saya memulai dengan mengikuti gembala lain dan belajar tali dari mereka. Itu tidak mudah. Tapi, hari demi hari, saya membuat kemajuan tanpa menjadi terlalu berkecil hati."

Semula, ia agak tak terbiasa dengan bekerja di bawah guyuran hujan dan terik matahari. Namun, ia kini bisa menyesuaikan. Bergabungnya gembala d bawah usia 35 tahun secara tak terduga dipandang positif oleh Coldiretti. Keberadaan mereka, ujarnya. membantu untuk meremajakan sektor pertanian Italia.

Dalam hampir 80 persen kasus, gembala muda memperkenalkan teknik peternakan lebih maju dan meningkatkan kualitas dari wol, daging, dan keju yang mereka hasilkan. Krisis di satu sisi mungkin merugikan, namun di sisi lain, memberi dampak positif. Inilah yang tengah terjadi di Sisilia.

Bayaran mungkin rendah, tetapi ada kepastian pekerjaan, bisa menikmati udara segar dan menyantap keju pecorino dengan puas.

sumber : Guardian
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA