Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Tembakan Rusia di Dnipropetrovsk Tewaskan 21 Orang

Rabu 10 Aug 2022 14:31 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Asap mengepul dari garis depan di mana pertempuran sengit terjadi antara pasukan Ukraina dan Rusia, ladang petani di latar depan, di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, pada 4 Juli 2022. Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznychenko mengatakan tembakan Rusia menewaskan 21 orang di wilayahnya.

Asap mengepul dari garis depan di mana pertempuran sengit terjadi antara pasukan Ukraina dan Rusia, ladang petani di latar depan, di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, pada 4 Juli 2022. Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznychenko mengatakan tembakan Rusia menewaskan 21 orang di wilayahnya.

Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Baku tembak antara pasukan Rusia dan Ukraina makin intensif.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznychenko mengatakan tembakan Rusia menewaskan 21 orang di wilayahnya. Di aplikasi kirim pesan Telegram ia mengatakan sebanyak 11 orang tewas di distrik Nikopol dan 10 orang di Kota Marganets, Selasa (9/8/2022).

Sebelumnya dilaporkan baku tembak antara pasukan Ukraina dan Rusia di garis depan pertempuran semakin intensif. Baku tembak dilaporkan terjadi di kota-kota sebelah timur Kota Donetsk.

Baca Juga

Pemerintah Ukraina mengatakan pasukan Rusia menggelar gelombangan serangan ke daerah itu karena mereka ingin merebut wilayah Donbas.

"Situasinya di wilayah ini menegangkan, tembakan terus-menerus di sepanjang garis pertempuran, musuh juga menggunakan serangan udara," kata Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko di stasiun televisi Ukraina, Senin (8/8/2022) kemarin.

"Musuh tidak berhasil, wilayah Donetsk masih bertahan," katanya. Dalam video yang diunggah di Youtube, penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych mengatakan di sekitar Kharkiv pasukan Ukraina merebut Dovhenke dari pasukan Rusia dan bergerak maju menuju Izium.

"Situasinya sangat menarik. Pasukan Ukraina bergerak dengan sukses, upaya Rusia untuk merebut kembali tidak berhasil, Ukraina mungkin akhirnya mengepung mereka," katanya.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA