Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Inggris Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemulihan Ukraina 2023

Senin 04 Jul 2022 09:51 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Dalam gambar ini disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, kanan, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, berbicara selama pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina, Jumat, 17 Juni 2022. (Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP)

Dalam gambar ini disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, kanan, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, berbicara selama pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina, Jumat, 17 Juni 2022. (Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP)

Foto: Ukrainian Presidential Press Off
Konferensi difokuskan untuk pemulihan Ukraina dari dampak perang

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Inggris akan menjadi tuan rumah konferensi yang difokuskan untuk pemulihan Ukraina dari dampak perang pada tahun depan. Konferensi ini mulai dibicarakan saat beberapa negara berkumpul di Swiss untuk konferensi pembuka.

Pada Senin (4/7/2022) Konferensi Pemulihan Ukraina (URC 2022) dimulai di Lugano. Konferensi ini akan membahas bagaimana membangun kembali Ukraina, menyatukan delegasi Ukraina dengan perwakilan dari negara lain, organisasi internasional dan masyarakat sipil.

Inggris mengatakan pihaknya tengah bekerja dengan Ukraina dan negara lain untuk menjadi tuan rumah konferensi tahun depan. London juga akan duduk di dewan pengawas untuk membantu mengkoordinasikan antara Ukraina dan sekutunya mengenai langkah-langkah pemulihan. Sebuah kantor akan didirikan di London.

"Kami telah memimpin dukungan untuk Ukraina selama perang dan akan terus memimpin dalam mendukung Rencana Pembangunan dan Rekonstruksi Pemerintah Ukraina," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss dalam sebuah pernyataan.

"Pemulihan Ukraina dari perang agresi Rusia akan menjadi simbol kekuatan demokrasi atas otokrasi. Ini akan menunjukkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin bahwa upayanya untuk menghancurkan Ukraina hanya menghasilkan bangsa yang lebih kuat, lebih makmur, dan lebih bersatu," sambungnya.

Kantor Luar Negeri mengatakan Inggris telah diminta oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk memperjuangkan pemulihan Kiev dan wilayah sekitarnya. Inggris berjanji untuk menggunakan keahlian sektor keuangannya untuk membantu menarik investasi ke Ukraina. Inggris juga setuju untuk memberikan jaminan senilai 1,5 miliar dolar AS untuk pinjaman multilateral dan lebih dari 100 juta pound (120 juta dolar AS) untuk dukungan bilateral.

Rusia mengatakan operasi militer khususnya bertujuan untuk melindungi penutur bahasa Rusia Ukraina dari penganiayaan nasionalis atau neo-Nazi. Ukraina dan sekutu Baratnya mengatakan ini adalah dalih tak berdasar untuk perang penaklukan kekaisaran.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA