Jumat 25 Mar 2022 13:30 WIB

AS Berencana Kirim LNG ke Eropa 

Rencana pengiriman LNG ini sebagai bagian untuk hentikan ketergantungan energi Rusia.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Kapal tengah melakukan bongkar muat di Pelabuhan Brunsbuettel, Jerman, Selasa (1/3/2022). Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) ke Eropa.
Foto: Frank Molter/dpa via AP
Kapal tengah melakukan bongkar muat di Pelabuhan Brunsbuettel, Jerman, Selasa (1/3/2022). Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) ke Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) ke Eropa. Rencana ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang untuk menghentikan ketergantungan energi Eropa dari Rusia. 

Presiden AS Joe Biden berencana untuk membahas masalah pengiriman LNG ini dengan Kepala Badan Eksekutif Eropa, Ursula von der Leyen. Awal pekan ini, Von der Leyen mengatakan bahwa, Uni Eropa memiliki komitmen mendatangkan pasokan gas tambahan untuk dua musim dingin berikutnya. Sementara Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan, pemerintah ingin segera melakukan pengiriman gas ke Eropa.

Baca Juga

Energi adalah sumber utama pendapatan dan pengaruh politik bagi Moskow.  Hampir 40 persen gas alam Uni Eropa berasal dari Rusia, untuk memanaskan rumah, menghasilkan listrik, dan industri listrik.

Memasok LNG ke Eropa memiliki tantangan tersendiri, meskipun AS telah  meningkatkan ekspornya dalam beberapa tahun terakhir.  Banyak fasilitas ekspor yang sudah beroperasi pada kapasitasnya. Sementara sebagian besar terminal baru masih dalam tahap perencanaan.

Menurut Center for Liquefied Natural Gas, sebuah kelompok lobi industri, Amerika Serikat telah mengirimkan LNG ke Eropa. Sebagian besar pasokan LNG Amerika Serikat sudah dikontrakkan ke pembeli, namun masih ada peluang untuk mengalihkan pengirimannya.

“AS berada dalam posisi unik karena memiliki LNG fleksibel yang dapat dialihkan ke Eropa atau Asia, tergantung pada siapa yang bersedia membayar harga itu,” kata analis pasar gas di Rystad, Emily McClain.

McClain mengatakan, jika AS dapat mengirimkan lebih banyak gas ke Eropa, maka benua itu mungkin kesulitan untuk menerimanya. Karena terminal impor terletak di daerah pesisir, dan sambungan pipa untuk mendistribusikannya lebih sedikit.

Bahkan jika semua fasilitas Eropa beroperasi pada kapasitasnya, jumlah gas kemungkinan hanya sekitar dua pertiga dari yang dikirim Rusia melalui jaringan pipa.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement