Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Inggris: Subtipe Omicron BA.2 Lebih Menular Daripada BA.1

Sabtu 29 Jan 2022 17:38 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Ada tingkat penularan yang tinggi dari BA.2 dibanding dengan BA.1 di Inggris.

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Ada tingkat penularan yang tinggi dari BA.2 dibanding dengan BA.1 di Inggris.

Foto: Pixabay
Ada tingkat penularan yang tinggi dari BA.2 dibanding dengan BA.1 di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Subtipe BA.2 virus corona varian Omicron tampaknya memiliki keunggulan penularan yang jelas dibanding dengan tipe BA.1 yang saat ini mendominasi. Demikian keterangan menurut UK Health Security Agency (UKHSA) Inggris pada Jumat (28/1/2022).

UKHSA mengungkap ada tingkat penularan yang tinggi dari BA.2 dibanding dengan BA.1 di seluruh wilayah Inggris, di mana terdapat cukup kasus untuk membandingkan keduanya, dan bahwa keunggulan penularan yang jelas saat ini cukup besar. "Kita tahu bahwa BA.2 memiliki tingkat penularan yang tinggi yang dapat dilihat di seluruh wilayah di Inggris," kata Kepala Penasehat Medis UKHSA, Susan Hopkins.

Baca Juga

Badan tersebut menegaskan tidak ada data mengenai tingkat keparahan BA.2 dibanding BA.1. Namun pihaknya menegaskan evaluasi awal tidak menemukan perbedaan dalam efektivitas vaksin terhadap penyakit bergejala antara kedua subtipe Omicron.

Penyebaran cepat BA.1 memicu gelombang Omicron yang mendorong kasus di Inggris mencetak rekor pada Desember, menggeser varian dominan sebelumnya, Delta. Namun, rawat inap tidak meningkat seperti sebelumnya berkat imunitas masyarakat melalui vaksinasi dan infeksi sebelumnya, serta tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah.

UKHSA mengatakan analisis terpisah membuktikan antara 24 November-19 Januari mayoritas pasien Covid-19 ICU terinfeksi varian Delta, bahkan ketika Omicron merajalela dan mendominasi kasus. Pihaknya juga menemukan lonjakan kasus Omicron di panti wreda tidak ada kaitannya dengan lonjakan pasien baru di rumah sakit.

"Sejumlah temuan kami menunjukkan gelombang infeksi Omicron saat ini sepertinya tidak menjurus pada lonjakan besar penyakit parah di kalangan panti wreda karena cakupan tingkat vaksinasi yang tinggi dan/atau imunitas alami," kata UKHSA, seraya menegaskan bahwa temuan itu berdasarkan pada BA.1 karena terbatasnya jumlah kasus BA.2 dalam studi tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA