Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Inggris Bela Kesepakatan Keamanan dengan Australia

Senin 20 Sep 2021 05:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Foto: AP/Alberto Pezzali
Kesepakatan ini dinilai Inggris sebagai komitmen terhadap stabilitas di Indo-Pasifik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris bersikeras mempertahankan kepentingannya melalui kerja sama keamanan baru dengan Australia dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini menuai kecaman dari Prancis karena telah membatalkan penjualan kapal ke Australia senilai puluhan miliar dolar AS.

"Ini lebih dari sekadar kebijakan luar negeri yang abstrak," kataMenteri Luar Negeri Inggris Liz Truss seperti dikutip surat kabar Sunday Telegraph pada Minggu.

Baca Juga

Menurut Truss, kerja sama itu menyampaikan pesan kepada masyarakat Inggris tentang kemitraan dengan negara-negara sehaluan untuk membangun koalisi berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama. Dia mengatakan Inggris akan bekerja lebih erat dengan paramitranya untuk menggunakan berbagai teknologi mutakhir, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir hingga kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.

"Ini menunjukkan kesiapan kami untuk bersikap 'keras kepala' dalam membela kepentingan kami serta menantang praktik-praktik tidak adil dan tindakan fitnah," ujar Truss.

Dia mengatakan kesepakatan dengan Australia dan AS juga menunjukkan komitmen Inggris terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Dalam kesepakatan tiga negara itu, AS dan Inggris akan memberi Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir.

Kesepakatan tersebut telah memicu kemarahan Prancis, karena Australia membatalkan pesanan kapal selam konvensional senilai puluhan miliar dolar.Pada Jumat (17/9), Prancis menarik duta besarnya dari AS dan Australia dengan alasan "keseriusan luar biasa" dalam masalah tersebut.

sumber : Reuters/antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA