Ahad 09 May 2021 14:00 WIB

Rusia Kutuk Serangan Pasukan Israel di Masjid al-Aqsa

Rusia meminta semua pihak untuk menahan diri

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Korban luka dalam serangan polisi Israel di komplek masjid al-Aqsha
Foto: Anadolu Agency
Korban luka dalam serangan polisi Israel di komplek masjid al-Aqsha

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (8/5) mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil Palestina di kompleks Masjid al-Aqsa. Rusia meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi peningkatan eskalasi kekerasan. 

"Kami mengutuk keras serangan terhadap warga sipil. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari langkah apa pun yang penuh dengan eskalasi kekerasan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri, dilansir Anadolu Agency, Ahad (9/5).

Baca Juga

Rusia menegaskan kembali posisinya bahwa, perampasan tanah dan properti yang terletak di atasnya, serta penciptaan permukiman oleh Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, tidak memiliki kekuatan hukum. "Tindakan semacam itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan menghambat pencapaian penyelesaian damai berdasarkan pembentukan dua negara - Palestina dan Israel," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pasukan Israel menyerang Masjid al-Aqsa, Gerbang Damaskus di Kota Tua, dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur pada Jumat (7/5) malam. Sebanyak 205 warga Palestina mengalami luka-luka dalam serangan itu. Pasukan Israel menyerang umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid al-Aqsa. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement