Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Inggris Sinyalkan Terbitkan Paspor Vaksin

Selasa 02 Mar 2021 05:43 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Friska Yolandha

Tenaga kesehatan menunjukan tabung vaksin covid-19.

Tenaga kesehatan menunjukan tabung vaksin covid-19.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Paspor vaksin dapat membantu dibukanya kembali aktivitas ekonomi yang terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris Rishi Sunak memberi sinyal positif terhadap gagasan memberikan paspor atau sertifikat yang telah memperoleh vaksinasi Covid-19. Dengan paspor itu, mereka dimungkinkan memasuki tempat atau kegiatan yang dihadiri massa.

Sunak meyakini ide mengeluarkan paspor vaksin menjadi cara untuk membantu negara pulih dari pandemi virus corona. Secara khusus, ia meyakini perekonomian suatu negara dapat bangkit dengan diizinkannya lagi interaksi sosial antar mereka yang sudah disuntik vaksin.

"Jelas ini adalah pertanyaan yang rumit tetapi berpotensi sangat relevan untuk membantu kami membuka kembali bagian-bagian (kegiatan) negara kami seperti acara massal," kata Sunak dilansir dari Arab News pada Senin (1/3).

Baca Juga

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah akan mengadakan peninjauan untuk mempertimbangkan pertanyaan ilmiah, moral, filosofis, dan etika tentang penggunaan sertifikat vaksin bagi orang-orang yang telah menerima suntikan virus corona. Sebab tak dapat dipungkiri paspor vaksin dapat membantu membuka kembali tempat hiburan dan perhotelan yang terdampak keras selama pandemi.

Pemerintah Inggris mengumumkan pada Ahad (21/2) memberi setiap orang dewasa di negara itu dosis pertama vaksin virus corona paling lambat 31 Juli. Rencana itu sebulan lebih awal dari target sebelumnya. 

Baca juga : Mengapa Biden tak Berani Sanksi Pangeran MBS?

Target baru ini juga menargetkan semua orang yang berusia di atas 50 tahun atau dengan kondisi kesehatan tertentu untuk mendapatkan vaksinasi sebelum 15 April. Lagi-lagi rencana ini lebih cepat daripada target sebelumnya pada 1 Mei. 

Padahal pembuat vaksin yang digunakan Inggris, Pfizer dan AstraZeneca, sama-sama mengalami masalah pasokan di Eropa. Tetapi Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengumumkan target baru tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA