Jumat 04 Dec 2020 13:50 WIB

Kematian 7.000 Jiwa, Swedia Belum Wajibkan Pakai Masker

Swedia tidak merekomendasikan penggunaan masker.

Masker
Foto: Google.com
Masker

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Swedia belum mewajibkan penggunaan masker, kata pejabat kesehatan senior pada Kamis (3/12). Kematian akibat Covid-19 menembus angka 7.000 di Swedia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperluas rekomendasi kapan penggunaan masker diharuskan.

WHO pada Rabu (2/12) mengatakan, di lokasi virus Corona menyebar, masyarakat-termasuk anak-anak dan siswa berusia di atas 12 tahun-harus selalu menggunakan masker. Masker wajib dipakai di toko, tempat kerja, dan sekolah yang minim ventilasi serta ketika menerima tamu di rumah dengan ventilasi yang buruk.

Baca Juga

Namun, Otoritas Kesehatan Swedia yang sebagian besar berada di balik strategi menentang lockdown menahan diri untuk tidak merekomendasikan penggunaan masker. Otoritas mengutip bukti lemah soal keefektifan masker dan ketakutan bahwa masker bisa dijadikan alasan untuk tidak mengisolasi diri ketika mengalami gejala.

"Masker wajah mungkin diperlukan di situasi tertentu. Situasi itu belum muncul di Swedia, menurut dialog kami dengan domain (perawatan kesehatan)," kata ketua ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell, saat konferensi pers, Kamis (3/12).

"WHO menjelaskan bahwa bukti soal masker lemah. Sejauh ini, semua riset menunjukkan bahwa jauh lebih penting untuk menjaga jarak fisik ketimbang menggunakan masker," katanya.

Dalam upaya membendung gelombang kedua pandemi, Perdana Menteri Stefan Lofven pada Kamis mengumumkan bahwa sekolah menengah akan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga akhir tahun ini. Swedia mengonfirmasi 35 kematian baru Covid-19 pada Kamis (3/12), sehingga totalnya mencapai 7.007, dengan 6.485 kasus baru.

Tingkat kematian per kapita Swedia berkali-kali lebih tinggi dibanding negara tetangganya Nordik. Namun, angka kematian Swedia masih lebih rendah daripada sejumlah negara Eropa yang memilih lockdown Covid-19.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement