Ahad 29 Nov 2020 21:10 WIB

Inggris Tangkap 155 Pengunjuk Rasa Anti-Karantina Nasional

Saat ini Inggris menerapkan karantina nasional hingga 2 Desember mendatang

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Anggota polisi berpatroli  saat memantau pembatasan jam operasional  di Soho, London, Inggris, Kamis (24/9).
Foto: EPA-EFE/ANDRE PAIN
Anggota polisi berpatroli saat memantau pembatasan jam operasional di Soho, London, Inggris, Kamis (24/9).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Polisi London mengatakan mereka menangkap 155 orang dalam unjuk rasa anti-karantina nasional dan vaksin. Polisi Metropolitan London mengatakan mereka mencegat dan memutar balik gerbong kereta yang penuh dengan pengunjuk rasa.

"Rencana kebijakan kami akan terus dilanjutkan hingga sore dan saya imbau mereka yang belum membubarkan diri segera pulang," kata Kepala Polisi Stuart Bell dalam pernyataannya, Ahad (29/11).

Baca Juga

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan dengan berbagai dakwaan. Mulai dari menyerang petugas polisi, kepemilikan narkoba, dan melanggar peraturan pembatasan sosial. Saat ini Inggris menerapkan karantina nasional hingga 2 Desember mendatang.

Polisi berbaris menghadapi pengunjuk rasa di pusat distrik perbelanjaan West End. Mereka berhadapan dengan pengunjuk rasa yang berjalan dari St James Park dekat Westminster. Pengunjuk rasa anti karantina nasional bergabung dengan demonstran yang menentang vaksin Covid-19.

Salah satu petugas polisi memperkirakan jumlah demonstran sekitar 300 hingga 400 orang. Para pengunjuk rasa itu memegang spanduk-spanduk bertuliskan 'Bela Kebebasan, Bela Kemanusiaan'  dan 'Tidak Ada Lagi Kebohongan, Tidak Ada Lagi Masker, Tidak Ada Lagi Karantina'.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement