Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Hadiri Pesta di Spanyol, Pangeran Belgia Positif Covid-19

Senin 01 Jun 2020 07:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Bayu Hermawan

Covid-19 (ilustrasi).

Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Pangeran Belgia dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri pesta di Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pangeran Belgia, Joachim dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, setelah menghadiri sebuah pesta di Spanyol. Pangeran Belgia Joachim telah meminta maaf dan akan menerima konsekuensinya.

"Saya sangat menyesali tindakan saya," ujar Joachim, dilansir BBC.

Baca Juga

Pangeran Joachim melakukan perjalanan dari Belgia ke Spanyol untuk magang pada 26 Mei. Dua hari kemudian, dia pergi ke sebuah pesta yang digelar di Cordoba. Berdasarkan laporan, keponakan Raja Philippe itu menghadiri pesta dengan 27 tamu undangan lainnya.

"Saya minta maaf karena tidak menghormati semua tindakan karantina selama perjalanan saya. Dalam masa-masa sulit ini saya tidak ingin menyinggung siapa pun," kata Joachim.

Cordoba memberlakukan lockdown secara parsial. Wilayah tersebut masih mengizinkan pertemuan di ruang publik dengan dihadiri tidak lebih dari 15 orang. Polisi Spanyol meluncurkan penyelidikan atas penyelenggaraan pesta tersebut. Mereka yang melanggar aturan lockdown dapat didenda hingga 10.000 euro.

Setiap orang yang hadir dalam pesta tersebut telah dikarantina. Pangeran Joachim memiliki gejala ringan dan telah melakukan karantina mandiri. Spanyol telah memberlakukan lockdown secara ketat dan sedang memulai untuk melonggarkannya selama empat tahap mulai 4 Mei.

Spanyol akan mulai melonggarkan lockdown fase kedua mulai 1 Juni. Pada fase kedua ini, sebanyak 70 persen aktivitas warga mulai dibuka kembali. Sementara, kota-kota yang masih dianggap zona merah akan tetap berada di bawah pembatasan yang ketat.

Spanyol memiliki jumlah kasus virus korona dan kematian tertinggi di dunia. Pada Ahad, negara itu memiliki 239.479 infeksi dan 27.127 kematian. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA