Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Senin 26 Sep 2022 13:50 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Para wanita mengumpulkan barang-barang yang diselamatkan dari rumah mereka yang terendam banjir setelah hujan monsun, di distrik Qambar Shahdadkot di Provinsi Sindh, Pakistan, Selasa, 6 September 2022. Lebih dari 1.300 orang tewas dan jutaan orang kehilangan rumah mereka akibat banjir yang disebabkan oleh banjir yang tidak biasa. hujan monsun lebat di Pakistan tahun ini yang banyak ahli telah menyalahkan perubahan iklim.

Para wanita mengumpulkan barang-barang yang diselamatkan dari rumah mereka yang terendam banjir setelah hujan monsun, di distrik Qambar Shahdadkot di Provinsi Sindh, Pakistan, Selasa, 6 September 2022. Lebih dari 1.300 orang tewas dan jutaan orang kehilangan rumah mereka akibat banjir yang disebabkan oleh banjir yang tidak biasa. hujan monsun lebat di Pakistan tahun ini yang banyak ahli telah menyalahkan perubahan iklim.

Foto: AP/Fareed Khan
Ismail menjadi menteri keuangan kelima yang mengundurkan diri dalam waktu empat tahun

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Menteri Keuangan Pakistan, Miftah Ismail mengundurkan diri di tengah krisis ekonomi yang diperburuk oleh bencana banjir besar. Ismail menjadi menteri keuangan kelima yang mengundurkan diri dalam waktu kurang dari empat tahun.

“Saya secara lisan mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan. Saya akan mengajukan pengunduran diri secara resmi setelah tiba di Pakistan,"ujar Ismail, dilansir Aljazirah, Senin (26/9/2022).

Baca Juga

Ismail menambahkan, dia telah membicarakan rencana pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Saat ini Ismail dan Sharif berada di London. Keduanya akan kembali ke Pakistan awal pekan depan.

photo
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara selama wawancara dengan The Associated Press, Kamis, 22 September 2022 di markas besar PBB. - (AP Photo/Mary Altaffer)
Perekonomian Pakistan telah mengalami turbulensi yang terus-menerus. Sementara defisit transaksi berjalan melebar tajam dan inflasi yang meningkat telah memberikan tekanan pada keluarga dan bisnis.Banjir dahsyat bulan ini menambah krisis ekonomi karena menyebabkan kerusakan yang diperkirakan mencapai 30 miliar dolar AS. Bencana banjir tersebut menewaskan lebih dari 1.500 orang.

Bank Dunia akan memberikan bantuan kepada Pakistan sekitar 2 miliar dolar AS. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Selatan, Martin Raiser, mengumumkan janji tersebut dalam sebuah pernyataan pada Ahad (25/9/2022) malam setelah mengakhiri kunjungan resmi pertamanya ke Pakistan pada Sabtu (24/9/2022).

“Kami sangat sedih dengan hilangnya nyawa dan mata pencaharian akibat banjir yang menghancurkan, dan kami bekerja sama dengan pemerintah federal dan provinsi memberikan bantuan segera kepada mereka yang paling terkena dampak,” kata Raiser.

Selama dua bulan terakhir, Pakistan telah mengirim hampir 10.000 dokter, perawat, dan staf medis lainnya untuk merawat para korban selamat di Provinsi Sindh yang paling parah terkena dampak banjir. Sebelumnya Ismail meyakinkan investor bahwa, Pakistan mencari keringanan utang dari kreditur bilateral. Dia juga menekankan pemerintah tidak akan mencari bantuan dari bank komersial atau kreditur Eurobond.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA