Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Pulau Hainan Diperkirakan Diterjang Badai Tropis Mulan

Rabu 10 Aug 2022 11:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Badai (ilustrasi)

Badai (ilustrasi)

Foto: Reuters
Badai Tropis Mulan diperkirakan akan melewati Laut China Selatan menuju Pulau Hainan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Angin kencang Badai Tropis Mulan diperkirakan akan melewati Laut China Selatan menuju Pulau Hainan, pada Rabu (10/8/2022). Cuaca buruk ini dapat mengganggu tes massal Covid-19 yang akan digelar di pulau wisata tersebut.

Observatorium Hong Kong mengatakan diperkirakan Mulan berada sekitar 400 kilometer sebelah barat daya Hong Kong pada pukul 10:00 pagi. Kemudian bergerak ke barat laut dengan kecepatan 18 kilometer per jam menuju Provinsi Guangdong dan Pulau Hainan.  

Observatorium Meteorologi China mengeluarkan peringatan kuning dan memprediksi badai ketujuh tahun ini akan mendarat di pantai Wenchang, Hainan sampai Zhanjiang di Provinsi Guangdong pada sore ini. Kemungkinan akan tiba di sekitar Semenanjung Leizhou.

Observatorium Hong Kong memprediksi kecepatan angin mencapai 62 kilometer per jam. Sinyal peringatan angin kencang dinaikan menjadi nomor 3.

Angin kencang diperkirakan akan menerjang sampai Kamis (11/8/2022) sore. Melewati sebagian besar Laut China Selatan, Selat Qiongzhou, Teluk Beibu dan pantai Guangdong, pantai Guangxi, Pulau Hainan dan perairan dekat Pulau Spratly, Pulau Paracel, dan Tepi Macclesfield.

Media melaporkan China mengaktifkan respon bahaya level IV untuk menghadapi angin berbahaya dan hujan lebat. Perkiraan cuaca di Makau meningkatkan peringatan cuaca buruk karena Mulan mulai bergerak ke arah pusat judi itu. Sekolah-sekolah ditutup.

Mulan dapat mengusik jalannya tes massal Covid-19 di Hainan. Pulau itu mencoba menahan wabah yang telah mengganggu puncak musim liburan.

Banyak petugas kesehatan China Daratan dikirim untuk membantu penanggulangan wabah di pulau itu. Dari 1 sampai 9 Agustus Hainan melaporkan 1.314 kasus dengan gejala dan 585 kasus tanpa gejala.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA