Sabtu 25 Jun 2022 11:22 WIB

Presiden Xi akan Hadiri Upacara Pengukuhan Pemerintahan Baru Hong Kong

John Lee akan menjadi pemimpin baru Hong Kong pada 1 Juli.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato utama dalam format virtual untuk upacara pembukaan Forum Bisnis BRICS pada Rabu, 22 Juni 2022.
Foto: AP/Ju Peng/Xinhua
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato utama dalam format virtual untuk upacara pembukaan Forum Bisnis BRICS pada Rabu, 22 Juni 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi Hong Kong untuk memperingati 25 tahun penyerahan kota itu ke China daratan. Kantor berita negara Xinhua pada Sabtu (25/6) melaporkan, perjalanan itu akan menjadi kunjungan pertama Xi di luar daratan China sejak Januari 2020 setelah merebaknya wabah Covid-19.  

Xinhua mengatakan, Xi dijadwalkan menghadiri upacara pengukuhan pemerintahan periode keenam Hong Kong. John Lee akan menjadi pemimpin baru Hong Kong pada 1 Juli, menggantikan Carrie Lam.

Baca Juga

Menurut para kritikus, peringatan 25 tahun penyerahan Hong Kong sangat penting bagi China. Beijing menilai Hong Kong telah mencapai stabilitas sejak prores pro-demokrasi terbesar pada 2019.

Sejak aksi protes tersebut, China menerapkan undang-undang keamanan nasional, dan reformasi pemilihan untuk memastikan hanya "patriot" yang dapat bekerja di pemerintahan dan badan pembuat undang-undang.

China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada Juni 2020. Undang-undang tersebut menghukum tindakan subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing dengan hukuman penjara seumur hidup.  Beijing mengatakan, undang-undang itu diperlukan untuk memulihkan stabilitas setelah protes anti-pemerintah pada 2019.

Lee telah berjanji untuk mempertahankan cengkeraman Hong Kong di bawah undang-undang keamanan, sejalan dengan kepentingan kedaulatan Cina. Hong Kong diserahkan ke Cina pada 1 Juli 1997, setelah 156 tahun di bawah pemerintahan kolonial Inggris.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement