Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Sekjen OKI dan Menlu Pakistan Bahas Peningkatan Islamofobia di India

Senin 13 Jun 2022 14:51 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Muslim India memegang plakat menuntut penangkapan Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu yang berkuasa, ketika mereka bereaksi terhadap referensi menghina Islam dan Nabi Muhammad yang dibuat olehnya selama protes di Ahmedabad, India, Rabu, 8 Juni 2022.

Muslim India memegang plakat menuntut penangkapan Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu yang berkuasa, ketika mereka bereaksi terhadap referensi menghina Islam dan Nabi Muhammad yang dibuat olehnya selama protes di Ahmedabad, India, Rabu, 8 Juni 2022.

Foto: AP/Ajit Solanki
OKI diminta segera mencari tahu faktor-faktor yang memperparah Islamofobia di India.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Hissein Brahim Taha melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari, Ahad (12/6/2022). Mereka membahas tentang meningkatnya Islamofobia di India, termasuk isu baru-baru ini, yakni penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh dua juru bicara Bharatiya Janata Party (BJP), partai yang sedang berkuasa di negara tersebut.

Saat berbicara dengan Zardari, Taha mengaku prihatin atas kesengsaraan tak berujung yang dihadapi umat Muslim di India. “OKI sensitif terhadap tren Islamofobia yang berkembang dan kebutuhan untuk menganbil tindakan kolektif guna memeranginya,” ujar Taha, menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Pakistan, dikutip laman Yeni Safak.

Baca Juga

Sementara itu Zardari menilai, penghinaan yang dilakukan dua juru bicara BJP terhadap Nabi Muhammad telah sangat melukai sentiment umat Islam di seluruh dunia. “Upaya klarifikasi BJP dan tindakan ‘disiplin’ yang terlambat serta asal-asalan terhadap individu yang bertanggung jawab tidak dapat meredakan rasa sakit serta penderitaan yang mereka sebabkan ke dunia Muslim,” ucapnya.

Zardari pun mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan kepolisian India saat umat Islam di sana menggelar aksi protes terhadap BJP setelah menunaikan salat Jumat pekan lalu. Dia kemudian menyerukan OKI untuk segera mencari tahu faktor-faktor yang memperparah Islamofobia di India.

Selain itu, Zardari turut mendesak OKI dan negara anggotanya untuk meningkatkan upaya guna melindungi kehidupan, martabat, properti, budaya, warisan, dan kebebasan beragama Muslim di India. Awal bulan ini, dua juru bicara BJP, yakni Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal, membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad. Komentar mereka segera memicu gelombang kecaman, tak hanya di internal India, tapi juga dari negara-negara Muslim.

Pemerintah India mengatakan, pernyataan mereka tidak mencerminkan pandangan resmi mereka. New Delhi mengklaim, sudah ada “badan terkait” yang mengambil tindakan tegas terhadap kedua politisi BJP tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA