Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Seekor Hamster yang Diserahkan di Hong Kong Terbukti Positif Covid-19

Senin 24 Jan 2022 11:27 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

 Petugas dari Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong melewati sebuah toko hewan yang ditutup setelah sejumlah hamster di toko tersebut positif Covid-19, Selasa (18/1/2022), di Hong Kong. Ribuan hewan kecil termasuk hamster akan dimusnahkan menyusul kasus positif varian delta penjaga toko hewan yang diduga tertular dari hewan.

Petugas dari Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong melewati sebuah toko hewan yang ditutup setelah sejumlah hamster di toko tersebut positif Covid-19, Selasa (18/1/2022), di Hong Kong. Ribuan hewan kecil termasuk hamster akan dimusnahkan menyusul kasus positif varian delta penjaga toko hewan yang diduga tertular dari hewan.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Otoritas Hong Kong kembali mendapati hamster tekonfirmasi positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG - Otoritas Hong Kong mengatakan seekor hamster yang diserahkan oleh pemiliknya terbukti positif virus Covid-19. Lebih dari 2.200 hamster dimusnahkan di tengah upaya mereka mengatasi wabah, Ahad (23/1/2022) waktu setempat.

Pada Selasa pekan lalu, pihak berwenang memerintahkan untuk memusnahkan hamster dari puluhan toko hewan piaraan setelah melacak wabah virus corona dari pekerja di toko hewan piaraan. Pihak berwenang juga meminta orang-orang untuk menyerahkan hewan yang mereka beli pada atau setelah 22 Desember.

Baca Juga

Di saat sebagian hamster sudah terbukti positif, kasus terbaru yang ada adalah seekor hamster yang dipiara oleh seseorang. Terlepas dari protes masyarakat terhadap pemusnahan hamster, pihak berwenang mendesak pemilik hewan peliharaan untuk terus menyerahkan hamster piaraan mereka karena risiko kesehatan yang meningkat.

"(Pemerintah) sangat menyarankan masyarakat untuk menyerahkan sesegera mungkin hamster yang dibeli di toko hewan peliharaan lokal pada atau setelah 22 Desember 2021 untuk ditangani secara manusiawi," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa.

Ribuan orang menawarkan diri untuk mengadopsi hamster yang tak diinginkan. Sebagian ilmuwan dan dokter hewan mengatakan tak ada bukti bahwa hewan punya peran besar dalam penularan virus corona pada manusia.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA