Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Beijing Duga Paket dari Kanada Jadi Sumber Penyebaran Omicron

Selasa 18 Jan 2022 10:01 WIB

Red: Esthi Maharani

Seorang pekerja yang mengenakan masker wajah untuk membantu mengekang penyebaran virus corona berjalan dengan pemberitahuan yang berbunyi Pengingat hangat didesinfeksi hari ini dan

Seorang pekerja yang mengenakan masker wajah untuk membantu mengekang penyebaran virus corona berjalan dengan pemberitahuan yang berbunyi Pengingat hangat didesinfeksi hari ini dan

Foto: AP/Andy Wong
Kiriman paket dokumen dari Kanada menjadi sumber penyebaran Omicron di Beijing

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Otoritas kesehatan di Beijing menduga kiriman paket dokumen dari Kanada menjadi sumber penyebaran virus Covid-19 varian Omicron di ibu kota China itu. Varian Omicron terdeteksi pada bagian luar, bagian dalam, dan kertas surat dokumen itu, ungkap Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing kepada pers, Senin (17/1/2022).

Menurut CDC Beijing, kasus Omicron yang ditemukan pada Sabtu (15/1/2022) mendapatkan kiriman paket melalui pos empat hari sebelumnya. Paket pos tersebut dikirimkan dari Kanada pada Jumat (7/1/2022) melalui Amerika Serikat dan Hong Kong sebelum diteruskan kepada penerimanya di Beijing.

Baca Juga

Berdasarkan studi epidemiologi, pengujian sampel yang dicurigai dan pelacakan, kemungkinan kasus Omicron di Beijing lewat pos internasional tidak dapat dikesampingkan, kata Deputi Direktur CDC Beijing Pang Xinghuo. Menurut dia, kasus Omicron di Beijing mirip dengan yang terjadi di kawasan Amerika Utara dan Singapura pada Desember 2021. Otoritas kesehatan Beijing mengesampingkan kemungkinan bahwa kasus tersebut berkaitan dengan kasus-kasus Omicron di beberapa kota di China lainnya.

Pasien hanya memiliki kontak dengan paket dan halaman muka dokumen surat dari luar negeri, kata CDC. Hasil pengujian pada 22 sampel yang berkaitan dengan surat menunjukkan Omicron terdeteksi pada dua sampel permukaan luar paket, dua sampel permukaan bagian dalam paket, dan delapan sampel kertas di dalamnya.

Delapan orang yang melakukan kontak dengan surat itu telah dilacak dan hasil tes PCR mereka negatif. Selain itu, surat internasional lain yang berasal dari jalur pengiriman yang sama dan belum dibuka juga dinyatakan positif membawa Omicron.

Pang menyatakan bahwa risiko meluasnya wabah Covid-19 di Beijing relatif kecil karena semua orang yang dikunjungi pasien dalam 14 hari terakhir dinyatakan negatif. Sebanyak 69 kontak dekat pasien, hasil tesnya juga negatif. Selain itu, 16.547 orang yang dianggap berisiko hasil tesnya pun negatif.

Sebelumnya, China melaporkan beberapa wabah terkait dengan barang impor. Virus corona dapat bertahan lama dalam suhu rendah sehingga menyebabkan penularan virus meningkat pada musim dingin seperti sekarang ini.

Pang mengimbau warga Beijing untuk mengurangi pembelian komoditas dari luar negeri dan melakukan upaya pencegahan mandiri ketika menerima surat atau barang dengan mengenakan masker, sarung tangan, dan menggunakan disinfektan serta membuang bungkusnya dengan benar.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA