Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Covid-19 Varian Delta Telah Masuk Beijing

Kamis 29 Jul 2021 23:47 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Petugas melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien pembawa varian Delta.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Varian Delta mulai memasuki wilayah Kota Beijing, China. Petugas menemukan dua kasus terkonfirmasi positif di Distrik Changping.

Pemerintah Kota Beijing, Kamis, melaporkan bahwa kasus pertama berasal dari warga Kota Dalian, Provinsi Liaoning, yang mengunjungi rumah putrinya di Distrik Changping pada Rabu (27/7). Sehari kemudian kasus kedua ditemukan pada menantu kasus pertama yang sama-sama tinggal di Changping.

Baca Juga

"Kedua pasien tersebut segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," demikian laman resmi Pemkot Beijing.

Otoritas setempat juga telah melacak kontak dekat kedua pasien tersebut.Sejak Kamis siang terdapat 12.649 warga di Distrik Changping telah menjalani tes PCR. Sebanyak 5.801 orang di antaranya hasilnya negatif.

Demikian halnya dengan 606 warga yang tinggal di kompleks permukiman yang sama dengan kedua pasien hasilnya negatif. Di kompleks permukiman tersebut telah dilakukan penyemprotan disinfektan sebanyak dua kali sehari.

Selain itu warga kompleks tersebut tidak diizinkan masuk. Semua fasilitas di dalamnya, seperti sanggar seni, arena olahraga, dan taman ditutup total.Ditemukannya dua kasus di Changping itu merupakan kasus pertama Covid-19 varian Delta di Beijing.

Bersamaan dengan ditemukannya dua kasus itu, Pemkot Beijing mengeluarkan imbauan agar warganya tidak bepergian ke beberapa kota di sejumlah provinsi di China, yakni Yunnan, Jiangsu, Guangdong, Anhui, Liaoning, Sichuan, Mongolia Dalam, Hunan, Guizhou, Shaanxi, dan Shandong.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA