Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Taiwan akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

Sabtu 24 Jul 2021 03:31 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini

 Seorang pengunjung mengambil foto di bawah bunga sakura di Taipei, Taiwan, 18 Februari 2021. Warna-warni mekar pohon sakura adalah daya tarik tahunan yang memikat penduduk dan turis ke taman kota, seperti yang terjadi tahun ini di tengah COVID-19 pandemi.

Seorang pengunjung mengambil foto di bawah bunga sakura di Taipei, Taiwan, 18 Februari 2021. Warna-warni mekar pohon sakura adalah daya tarik tahunan yang memikat penduduk dan turis ke taman kota, seperti yang terjadi tahun ini di tengah COVID-19 pandemi.

Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO
Taiwan menyebut penularan Covid-19 lokal mulai membaik

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan akan melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19 mulai pekan depan. Jumlah kasus yang turun dengan cepat memberikan kepercayaan kepada pihak berwenang untuk lebih melonggarkan tingkat siaga.

Taiwan menerapkan pembatasan pertemuan, termasuk menutup tempat hiburan dan membatasi restoran untuk layanan bawa pulang pada pertengahan Mei. Beberapa dari pembatasan itu dilonggarkan bulan ini, di mana peringatan level 3 telah berlaku dan akan berakhir pada 26 Juli. Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan peringatan itu akan diturunkan ke level 2 mulai Selasa.

Baca Juga

"Epidemi domestik secara bertahap stabil dan menuju arah yang baik," kata Su, Jumat (23/7).

"Warga harus tetap mengikuti semua panduan pencegahan pandemi dengan ketat untuk menjaga pencapaian yang diperoleh dengan susah payah ini setelah pembatasan dilonggarkan," tambahnya.

Pertemuan hingga 50 orang di dalam ruangan dan 100 orang di luar ruangan akan diizinkan, serta makan malam di restoran dengan jarak sosial. Namun, beberapa pembatasan akan tetap ada, termasuk mengenakan masker baik di dalam maupun di luar. Beberapa tempat hiburan termasuk bar dan kolam renang akan tetap tutup.

"Kami akan tetap waspada dan tidak mengesampingkan kemungkinan mengubah tingkat siaga setiap saat," kata Menteri Kesehatan Chen Shih-chung.

Keputusan Taiwan bertentangan dengan banyak tetangga regionalnya, seperti Thailand dan Indonesia, di mana infeksi, yang sebagian besar didorong oleh penyebaran varian Delta, semakin meningkat, dan mengarah ke pembatasan yang semakin ketat.

Taiwan tidak pernah melakukan karantina penuh, meskipun perbatasannya sebagian besar tetap tertutup selain dari warga negara dan pemegang kartu tempat tinggal asing. Taiwan telah melaporkan 15.535 infeksi sejak pandemi dimulai, dan 784 kematian akibat Covid-19.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA