Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Bangladesh Minta bantuan Saudi Pulangkan Pengungsi Rohingya

Senin 14 Jun 2021 05:31 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Sekelompok pengungsi Rohingya di atas kapal angkatan laut saat mereka pindah ke Pulau Bhashan Char, di Chittagong, Bangladesh 29 Desember 2020. Kelompok kedua pengungsi Rohingya dipindahkan ke pulau Bhashan Char di bawah distrik Noakhali.

Sekelompok pengungsi Rohingya di atas kapal angkatan laut saat mereka pindah ke Pulau Bhashan Char, di Chittagong, Bangladesh 29 Desember 2020. Kelompok kedua pengungsi Rohingya dipindahkan ke pulau Bhashan Char di bawah distrik Noakhali.

Foto: EPA-EFE/MONIRUL ALAM
Proses pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar telah lama terhenti.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Bangladesh telah meminta bantuan Arab Saudi untuk pemulangan atau repatriasi pengungsi Rohingya ke negara asal mereka, Myanmar. Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan, Menteri Luar Negeri Bangladesh A. K. Abdul Momen mengajukan permintaan itu saat berbicara dengan mitranya dari Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud melalui telepon pada Sabtu (12/6).

"Bangladesh sangat mementingkan pemulangan yang aman dan bermartabat dari Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan ke negara asal mereka," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri, mengutip pernyataan Momen, dilansir Middle East Monitor, Senin (14/6).

Proses pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar telah lama terhenti. Situasi politik yang terjadi di Myanmar membuat Bangladesh pesimis dengan kelanjutan pemulangan pengungsi Rohingya.

Bangladesh saat ini menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya. Mereka sebagian besar melarikan diri dari tindakan keras militer di Rakhine pada Agustus 2017. Bangladesh telah memindahkan sebagian besar pengungsi Rohingya dari kamp pengungsian di Cox's Bazar ke Pulau Bhasan Char. Pemindahan dilakukan karena kamp pengungsian telah melebihi kapasitas.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, hampir 24 ribu Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar dalam operasi militer. Sementara lebih dari 34 ribu orang dibakar, dan lebih dari 114 ribu lainnya dipukuli. Di sisi lain sebanyak 18 ribu perempuan dan anak perempuan diperkosa, dan lebih dari 115 ribu rumah dibakar.

Selain meminta bantuan pemulangan pengungsi Rohingya, Dhaka juga meminta Riyadh untuk melonggarkan karantina wajib bagi migran Bangladesh di Arab Saudi. Saat ini, hampir 2,5 juta migran Bangladesh bekerja di Arab Saudi. Ini merupakan jumlah tertinggi warga negara Bangladesh yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA