Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Taiwan Sebut China dengan Jahat Halangi Akses ke WHO

Selasa 11 May 2021 14:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Taiwan. Taiwan menuduh China 'dengan jahat' menghalangi mereka akses ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menempatkan politik di atas kesehatan masyarakat.

Bendera Taiwan. Taiwan menuduh China 'dengan jahat' menghalangi mereka akses ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menempatkan politik di atas kesehatan masyarakat.

Foto: cnreviews.com
China memberi sinyal tidak akan membiarkan Taiwan menghadiri pertemuan WHO

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan menuduh China 'dengan jahat' menghalangi akses mereka ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menempatkan politik di atas kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan setelah Beijing memberi sinyal tidak akan membiarkan Taiwan menghadiri pertemuan WHO.

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara kaya yang tergabung dalam Group of Seven (G7) meminta agar Taiwan yang diklaim China tapi dikelola dengan demokratis diizinkan menghadiri pertemuan pembuat keputusan WHO. Majelis Kesehatan Dunia akan digelar 24 Mei mendatang.

Baca Juga

Pada Senin (10/5) kemarin, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Taiwan harus menerima bagian dari China bila ingin mendapatkan akses ke lembaga-lembaga internasional, sesuatu yang tidak akan dilakukan Pemerintah Taiwan.

China juga mengatakan 'telah membuat kesepakatan yang tepat' untuk partisipasi Taiwan dalam isu kesehatan di panggung internasional. Menteri Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan China berbohong dan mengelabui masyarakat internasional.

"Langkah jahat China adalah hambatan utama kegagalan WHO memasukan Taiwan dalam diskusi teknis," kata Ou, Selasa (11/5).

"Hal ini juga menunjukkan China melanjutkan aksi tirani menempatkan politik di atas kesehatan dan hak asasi manusia," tambahnya.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA