Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Filipina Siap Barter Petugas Medis dengan Vaksin Covid-19

Kamis 25 Feb 2021 20:16 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Rodrigo Duterte.

Presiden Rodrigo Duterte.

Foto: Ace Morandante/Fotografer Istana Malacanang v
Filipina akan cabut pembatasan jika Jerman dan Inggris mau kirim vaksin Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina akan mengizinkan ribuan petugas kesehatan untuk bekerja di Inggris dan Jerman, dengan syarat kedua negara itu sepakat untuk menyumbangkan vaksin Covid-19. Filipina telah melonggarkan larangan untuk menempatkan petugas kesehatan ke luar negeri dengan membatasi pengiriman tenaga medis profesional menjadi 5.000 per tahun.

Direktur Biro Urusan Internasional Kementerian Tenaga Kerja Filipina, Alice Visperas mengatakan, Filipina terbuka untuk mencabut pembatasan pengiriman tenaga medis ke luar negeri. Namun sebagai imbalannya, Filipina meminta kepada Inggris dan Jerman untuk mengirimkan vaksin Covid-19. Vaksin tersebut akan disuntikkan kepada ratusan ribu warga Filipina yang kembali dari luar negeri.

Baca Juga

"Kami sedang mempertimbangkan permintaan untuk mencabut pembatasan sesuai dengan kesepakatan," ujar Visperas.

Perawat kesehatan yang bekerja di luar negeri memberikan pemasukan kepada Filipina lebih dari 30 miliar dolar AS per tahun melalui remitansi, yang sangat penting bagi perekonomian negara. Kedutaan Besar Inggris di Manila tidak menanggapi permintaan komentar terkait barter tersebut.

Pada 2019, hampir 17 ribu perawat Filipina menandatangani kontrak kerja di luar negeri. Sekretaris Jenderal Filipino Nurses United, Jocelyn Andamo mengatakan, pihaknya telah berjuang untuk mencabut larangan penempatan tenaga medis ke luar negeri.

Selama ini, tenaga medis harus menghadapi kondisi kerja yang buruk dan gaji rendah di dalam negeri.  "Kami muak dengan bagaimana perawat dan petugas kesehatan diperlakukan oleh pemerintah sebagai komoditas atau produk ekspor," ujar Andamo.

Filipina belum memulai kampanye untuk melakukan vaksinasi terhadap 70 juta orang dewasa atau dua pertiga dari 108 juta penduduknya. Filipina berharap dapat menerima vaksin tahap pertama yang disumbangkan dari China pada pekan ini. Secara keseluruhan Filipina berencana mendapatkan 148 juta dosis vaksin.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA