Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Khawatir Penularan Monkeypox, Warga Brasil Racuni Monyet

Rabu 10 Aug 2022 14:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kepiluan atas pembunuhan beberapa ekor monyet di Brasil, Selasa (9/8/2022) waktu setempat.

Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kepiluan atas pembunuhan beberapa ekor monyet di Brasil, Selasa (9/8/2022) waktu setempat.

Foto: www.freepik.com
10 monyet diracuni dalam waktu kurang dari sepekan di kota Sao Jose do Rio Preto.

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAULO -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kepiluan atas pembunuhan beberapa ekor monyet di Brasil, Selasa (9/8/2022) waktu setempat. Serangan terhadap monyet ini terjadi di tengah kekhawatiran penularan cacar monyet.

Situs berita Brasil melaporkan bahwa 10 monyet telah diracuni dalam waktu kurang dari sepekan di kota Sao Jose do Rio Preto, di negara bagian Sao Paulo. Insiden serupa dilaporkan terjadi di kota-kota lain.

Baca Juga

"Orang-orang harus tahu bahwa penularan yang kita lihat sekarang adalah di antara manusia,” kata juru bicara WHO, Margaret Harris.

WHO mencatat, Brasil menghitung lebih dari 1.700 kasus cacar monyet. Kementerian kesehatan negara itu mengkonfirmasi satu kematian terkait penyakit itu pada 29 Juli. Korbannya adalah seorang pria yang memiliki kekebalan rendah dan penyakit penyerta.

Harris menegaskan bahwa penularan cacar monyet dapat terjadi dari hewan ke manusia. Namun demikian, wabah yang terjadi saat ini hanya terkait dengan kontak manusia.

“Orang-orang tentu tidak boleh menyerang hewan-hewan itu,” katanya.

Brasil memiliki daftar panjang serangan juga terhadap monyet selama wabah demam kuning. Sejak Mei, hampir 90 negara telah melaporkan lebih dari 29.000 kasus cacar monyet. WHO mengklasifikasikan wabah penyakit yang dulu langka itu sebagai keadaan darurat internasional pada Juli.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA