Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Biden: Penyebaran Cacar Monyet Mengkhawatirkan

Ahad 22 May 2022 20:25 WIB

Red: Esthi Maharani

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Ahad (22/5/2022) mengkhawatirkan kasus cacar monyet yang telah teridentifikasi di Eropa dan AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Ahad (22/5/2022) mengkhawatirkan kasus cacar monyet yang telah teridentifikasi di Eropa dan AS

Foto: CDC via AP
Biden mengkhawatirkan kasus cacar monyet yang telah teridentifikasi di Eropa dan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, PYEONGTAEK -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Ahad (22/5/2022) mengkhawatirkan kasus cacar monyet yang telah teridentifikasi di Eropa dan AS.

"Ini menjadi perhatian karena jika menyebar, itu akan menjadi konsekuensi. Mereka belum memberi tahu saya tingkat paparannya, tetapi itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan semua orang,” kata Biden.  

Biden menambahkan, pemerintah sedang melakukan upaya untuk menentukan vaksin yang efektif mencegah cacar monyet. Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan mengatakan, Amerika Serikat memiliki persediaan vaksin yang relevan untuk mengobati cacar monyet.

“Kami memiliki vaksin yang tersedia yang dapat digunakan untuk itu (cacar monyet),” kata Sullivan.   

Baca juga : Epidemiolog WHO Yakin Cacar Monyet tak akan Jadi Pandemi Baru

Monkeypox atau cacar monyet jarang diidentifikasi di luar Afrika. Tetapi pada  Jumat (20/5/2022) terdapat 80 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di seluruh dunia, termasuk setidaknya dua di Amerika Serikat, dan 50 kasus lainnya yang dicurigai.

Penyakit cacar monyet ini termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan cacar, dengan gejala lebih ringan. Orang yang terkena cacar monyet biasanya sembuh dalam dua hingga empat minggu tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Tetapi penyakit ini terkadang mematikan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA