Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Produksi Senjata Api AS Naik Tiga Kali Lipat dalam Dua Dekade Terakhir

Kamis 19 May 2022 11:34 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Seorang pembeli mengambil senjatanya di sebuah toko senjata di Arcadia, California, pada 15 Maret 2020. Produksi senjata di Amerika Serikat (AS) naik hampir tiga kali lipat sejak tahun 2000.

Seorang pembeli mengambil senjatanya di sebuah toko senjata di Arcadia, California, pada 15 Maret 2020. Produksi senjata di Amerika Serikat (AS) naik hampir tiga kali lipat sejak tahun 2000.

Foto: AP Photo/Ringo H.W. Chiu
Produksi senjata api berlisensi mencapai 11,3 juta senjata pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Produksi senjata di Amerika Serikat (AS) naik hampir tiga kali lipat sejak tahun 2000. Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) mengatakan, produksi senjata api berlisensi mencapai 11,3 juta senjata pada 2020.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis (19/5/2022), jumlah tersebut naik hampir tiga kali lipat dari 3,93 juta senjata api yang diproduksi pada tahun 2000. Dalam laporan ATF disebutkan bahwa, populasi AS meningkat hanya 18 persen dalam 20 tahun. Artinya lebih banyak jumlah senjata daripada peningkatan populasi manusia selama periode itu.

Baca Juga

Menurut laporan ATF, pada tahun 2000, terdapat 1.397 senjata per setiap 100 ribu orang. Rasio itu menggelembung menjadi 3.410 senjata per 100 ribu orang pada 2020.

Senapan adalah jenis senjata api paling umum yang diproduksi antara tahun 2000 dan 2009. Tetapi pada tahun 2015, pistol menjadi senjata api yang diproduksi secara massal.

Jumlah total hanya memperhitungkan senjata api yang diproduksi oleh produsen berlisensi.  Namun, "senjata hantu" buatan rumahan, yang sulit dilacak menjadi semakin lazim dalam penyitaan polisi.

Menurut ATF, pada 2021, petugas mengumpulkan 19.344 "senjata hantu". Jumlah itu hampir dua kali lipat dari tahun 2020 dengan 10.109 "senjata hantu". Teknologi printer 3D menjadi salah satu penyebab peningkatan jumlah "senjata hantu".

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA