Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

AS Berupaya Pulihkan Pesawat Tempur yang Jatuh ke Laut China Selatan

Rabu 26 Jan 2022 15:25 WIB

Red: Friska Yolandha

Laut AS, kapal induk USS Carl Vinson berpartisipasi dalam kelompok layar selama latihan Lingkar Pasifik di lepas pantai Hawaii, 26 Juli 2018. Angkatan Laut Amerika Serikat pada Selasa (25/1) mengatakan bahwa pihaknya sedang membuat perencanaan untuk memulihkan pesawat tempur F-35C yang jatuh ke Laut China Selatan setelah kecelakaan pendaratan pada pekan ini.

Laut AS, kapal induk USS Carl Vinson berpartisipasi dalam kelompok layar selama latihan Lingkar Pasifik di lepas pantai Hawaii, 26 Juli 2018. Angkatan Laut Amerika Serikat pada Selasa (25/1) mengatakan bahwa pihaknya sedang membuat perencanaan untuk memulihkan pesawat tempur F-35C yang jatuh ke Laut China Selatan setelah kecelakaan pendaratan pada pekan ini.

Foto: Petty Officer 1st Class Arthurgwain L. Marque
Pesawat itu menabrak dek penerbangan saat mendarat dan kemudian jatuh ke air.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Angkatan Laut Amerika Serikat pada Selasa (25/1/2022) mengatakan bahwa pihaknya sedang membuat perencanaan untuk memulihkan pesawat tempur F-35C yang jatuh ke Laut China Selatan setelah kecelakaan pendaratan pada pekan ini.

"Angkatan laut AS sedang membuat pengaturan operasi pemulihan untuk pesawat F-35C," kata juru bicara Armada ke-7 angkatan laut AS Letnan Nicholas Lingo.

Baca Juga

Pada Senin (24/1/2022), tujuh personel militer AS terluka dalam kecelakaan di dek kapal induk pengangkut pesawat USS Carl Vinson dan pilotnya terlempar, kata pihak angkatan laut AS. "Saya dapat memastikan bahwa pesawat itu menabrak dek penerbangan saat mendarat dan kemudian jatuh ke air," ujar Lingo.

Saat ditanya tentang laporan media tanpa sumber yang menunjukkan ada kekhawatiran bahwa pesawat itu bisa jatuh ke tangan China, Lingo menjawab: "Kami tidak dapat berspekulasi tentang apa niat dari RRC dalam masalah ini."

Dia merujuk pada nama resmi China, Republik Rakyat China (RRC), yang mengklaim sebagian besar wilayah di Laut China Selatan.

Kecelakaan itu adalah yang kedua yang melibatkan pesawat tempur F-35, yang dibuat oleh perusahaan dirgantara Lockheed Martin. Itu juga merupakan kecelakaan terbaru kapal induk hanya dalam waktu dua bulan.

Sebuah pesawat tempur F-35 dari Inggris HMS Queen Elizabeth jatuh ke Laut Mediterania pada November 2021 meskipun pilot terlontar dan selamat kembali ke kapal. Kementerian pertahanan Inggris mengatakan bahwa pesawat itu kemudian ditemukan.

Pada awal Januari 2022, pesawat tempur F-35A milik Korea Selatan melakukan pendaratan darurat selama pelatihan. Pada April 2019, sebuah pesawat tempur siluman F-35 milik Jepang jatuh di Samudra Pasifik dekat Jepang utara hingga menewaskan pilotnya.

Sementara itu, angkatan laut AS mengatakan pilot terlontar dalam keadaan selamat dalam kecelakaan pesawat tempur serupa yang terjadi pada Senin, namun pilot itu termasuk di antara personel yang terluka. Lockheed Martin, perusahaan dirgantara yang membuat jet F-35, melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA