Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Brasil Catat 135.080 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam

Senin 24 Jan 2022 10:35 WIB

Red: Nora Azizah

Brasil catat 296 kematian baru akibat infeksi Covid-19.

Brasil catat 296 kematian baru akibat infeksi Covid-19.

Foto: EPA-EFE / JUSTIN LANE
Brasil catat 296 kematian baru akibat infeksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brasil mencatat 135.080 kasus baru COVID-19 dan 296 kematian akibat infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir saat varian Omicron mengamuk di seluruh negeri. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Brasil pada Ahad lalu.

Lebih dari 24 juta kasus COVID-19 telah tercatat di Brazil sejak kasus infeksi virus corona terdeteksi di negara itu, dengan total 623.097 kematian, menurut data kementerian kesehatan negara itu. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) pada Rabu (19/1) menyatakan bahwa kasus infeksi virus corona di negara-negara di benua Amerika menyebar lebih aktif dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga

"Virus ini menyebar lebih aktif daripada sebelumnya," kata Direktur PAHO Carissa Etienne dalam sebuah pengarahan, dilansir reuters, Senin (24/1/2022).

Karibia mengalami peningkatan kasus infeksi virus corona paling tajam selama pandemi yang telah berlangsung dua tahun. Sementara, di Amerika Utara, Amerika Serikat dan Kanada, terjadi lonjakan pasien COVID-19 yang dirawat inap. 

Brasil juga mencatat angka kematian terkait COVID-19 tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Rusia, menurut hitungan Reuters. Mengingat kurangnya pengujian, PAHO merekomendasikan agar negara-negara di Amerika memprioritaskan tes cepat antigen untuk orang dengan gejala COVID-19 dan yang berisiko menyebarkan virus.

"Meskipun lebih dari 60 persen orang di Amerika Latin dan Karibia telah sepenuhnya divaksin terhadap COVID-19, varian Omicron terus menyebar dengan cepat di semua wilayah," kata Manajer Insiden PAHO Sylvain Aldighieri.

Perkembangan penyebaran varian Omicron dalam beberapa pekan dan bulan mendatang akan tergantung pada langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengurangi kasus COVID-19 yang parah dan pasien rawat inap. Langkah-langkah itu, menurut Aldighieri, termasuk penggunaan masker, menjaga jarak sosial dan tentunya vaksinasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA