Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Usai Suntik Vaksin Covid-19, Warga AS Dapat Donat Gratis

Rabu 24 Mar 2021 12:56 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Krispy Kreme

Krispy Kreme

Foto: The Verge
Donat gratis untuk warga AS yang sudah mendapat vaksin Covid-19 berlaku sampai 2022

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Gerai donat Krispy Kreme membagikan donat kepada seluruh warga Amerika Serikat (AS) yang sudah divaksinasi Covid-19, mulai Senin (22/3). Setiap warga yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dapat menunjukkan kartu vaksinasi yang valid di seluruh gerai Krispy Kreme di AS. 

"Saya langsung datang ke Krispy Kreme setelah saya mendengar kabarnya," ujar seorang warga Tae Kim (32 tahun) yang mengklaim donat gratisnya di Burbank, pinggiran Los Angeles setelah divaksinasi pada Senin (22/3). 

Baca Juga

Kepala pemasaran Krispy Kreme Dave Skena mengatakan, bagi-bagi donat gratis bagi semua warga yang sudah divaksin berlaku setiap hari hingga tahun 2022. Dengan demikian, kesempatan untuk mendapatkan donat gratis terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Krispy Kreme membagikan lebih dari 30 juta donat pada 2020. Tidak diketahui berapa banyak donat yang akan diberikannya pada 2021. Menurut Skena, semakin banyak donat dibagikan secara gratis, maka semakin baik.

“Jangan mengkhawatirkan kami. Kami bisa membuat lebih banyak donat. Semakin banyak donat yang kami berikan, maka kami semakin bahagia, karena itu berarti kita semakin dekat dan dekat dengan apa yang kita semua inginkan, yaitu mengembalikan hidup menjadi normal," ujar Skena. 

Baca juga : Pfizer Mulai Uji Coba Tahap Awal Obat Oral Covid-19

Namun, tidak semua orang mengapresiasi program bagi-bagi donat gratis yang diusung oleh Krispy Kreme. Beberapa pengguna Twitter mengatakan, program tersebut akan mendorong obesitas dan membuat tingkat infeksi Covid-19 semakin parah. Menanggapi komentar tersebut, Skena mengatakan bahwa konsumennya sudah memahami bahwa mengkonsumsi sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

"Seperi halnya produk memanjakan yang lainnya, paling baik dinikmati dalam jumlah sedang. Kami merasa konsumen kami cukup pintar untuk melakukan itu," ujar Skena.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA