Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Ribuan Warga Paraguay Tuntut Kongres Makzulkan Presiden

Selasa 09 Mar 2021 10:24 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang perawat mendorong korban COVID-19 dari kamar mayat kepada kerabat yang datang untuk mengambil jenazah di Rumah Sakit Nasional di Itagua, Paraguay, Senin, 7 September 2020.

Seorang perawat mendorong korban COVID-19 dari kamar mayat kepada kerabat yang datang untuk mengambil jenazah di Rumah Sakit Nasional di Itagua, Paraguay, Senin, 7 September 2020.

Foto: AP/Jorge Saenz
Presiden Paraguay dianggap gagal menangani krisis Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, ASUNCION -- Ribuan rakyat Paraguay berkumpul di depan Gedung Kongres di Asuncion. Unjuk rasa menuntut Kongres memakzulkan Presiden Mario Abdo atas kegagalannya menangani krisis Covid-19 sudah memasuki hari keempat.

Sebagian besar pengunjuk rasa memakai memakai kaus sepak bola dan membawa bendera nasional bersorak. Mereka berteriak 'Marito mundur' dan 'semua orang keluar'. Pengunjuk rasa mengkritik pemerintahan karena rumah-rumah sakit kekurangan obat-obatan dan ranjang unit gawat darurat di tengah kasus infeksi Covid-19 melonjak tajam.

"Di rumah-rumah sakit tidak ada suntikan, tidak ada ranjang," kata seorang laki-laki muda yang mengaku bernama Dudu Davalos pada stasiun televisi setempat.

Baca Juga

"Mereka punya waktu satu tahun untuk melakukan persiapan dan tidak melakukan apa pun," kata Davalos yang datang dari Kota Hernandarias yang terletak 340 kilometer sebelah timur Asunción.

Unjuk rasa hari Jumat (5/3) berakhir dengan bentrokan setelah polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa. Demonstrasi Sabtu (6/3) dan Ahad (7/3) cenderung lebih damai setelah massa bergeser ke kediaman presiden di pemukiman kelas atas di Asunción.

Pengunjuk rasa dan sejumlah anggota parlemen sudah mendorong agar Abdo dimakzulkan walaupun ia masih memiliki cukup dukungan untuk mengatasi tantangan apa pun. Tetapi ia sudah dipaksa untuk merombak kabinetnya 'demi ketenangan'.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA