Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Peru akan Buka Kembali Penerbangan ke Beberapa Negara

Jumat 02 Oct 2020 02:27 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang lelaki dari kelompok buruh dan pekerja informal yang biasanya mencari nafkah di ibukota Peru berdiri di sebelah bendera Peru bertuliskan bahasa Spanyol yang artinya Aku cinta Peru, ketika dia menunggu untuk pulang di Lima, Peru, Selasa (21/4).  Setelah tidak diizinkan meninggalkan ibukota karena peraturan karantina yang ketat saat pandemi virus Corona, buruh dan pekerja informal tersebut kini diperbolehkan untuk pulang.

Seorang lelaki dari kelompok buruh dan pekerja informal yang biasanya mencari nafkah di ibukota Peru berdiri di sebelah bendera Peru bertuliskan bahasa Spanyol yang artinya Aku cinta Peru, ketika dia menunggu untuk pulang di Lima, Peru, Selasa (21/4). Setelah tidak diizinkan meninggalkan ibukota karena peraturan karantina yang ketat saat pandemi virus Corona, buruh dan pekerja informal tersebut kini diperbolehkan untuk pulang.

Foto: AP / Rodrigo Abd
Lalu lintas udara di Peru telah dihentikan sejak pertengahan Maret

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA - Peru akan memulai kembali penerbangan internasional ke beberapa negara di kawasan, kata pemerintah pada Rabu (30/9). Penerbangan dibuka kembali saat negara itu akan mencabut pembatasan terkait virus corona dan membuka kembali ekonominya.

Penerbangan ke 11 kota tujuan di Kolombia, Ekuador, Chile, Bolivia, Paraguay, Uruguay, dan Panama akan dilanjutkan pada 5 Oktober. Demikian kata Presiden Martin Vizcarra.

Ia menambahkan berbagai protokol kesehatan, termasuk tes virus corona bagi para penumpang yang tiba di Peru, akan diterapkan. Lalu lintas udara di Peru telah dihentikan sejak pertengahan Maret setelah pemerintah mengumumkan kasus positif pertama virus corona.

Negara Amerika Selatan itu dilanda pandemi yang sangat parah, meskipun laju penularan virus corona dan kematian telah melambat dalam beberapa pekan terakhir.

Peru, negara berpenduduk 32,6 juta orang, saat ini memiliki 811.700 kasus virus corona yang merupakan tertinggi kedua di Amerika Latin dan mengalami 32.400 kematian akibat COVID-19. "Virus masih ada di sekitar kita," kata Vizcarra.

Peru memulai fase 4 pembukaan kembali baru-baru ini. Pembukaan tahap keempat itu menandai peningkatan berbagai aktivitas ekonomi, termasuk daya tampung pengunjung yang diizinkan di restoran dan toko. Namun, semua bar dan kasino tetap tutup.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA