Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Muslim Alberta Kumpulkan Donasi untuk Korban Ledakan Lebanon

Ahad 09 Aug 2020 11:26 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Indira Rezkisari

Warga bergotong royong membereskan masjid di Beirut, Lebanon, Rabu (5/8), pascaledakan. Ledakan yang mengguncang telah menewaskan lebih dari 100 orang dan meluluhlantakkan Kota Beirut.

Warga bergotong royong membereskan masjid di Beirut, Lebanon, Rabu (5/8), pascaledakan. Ledakan yang mengguncang telah menewaskan lebih dari 100 orang dan meluluhlantakkan Kota Beirut.

Foto: AP Photo/Hussein Malla
Ribuan orang Alberta dilahirkan di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, EDMONTON -- Kelompok Muslim di Alberta, Kanada, mengumpulkan donasi untuk dikirim ke Lebanon guna membantu para korban dari ledakan di Beirut. Asosiasi Sosial Muslim Alberta menerima sumbangan uang, yang kemudian akan dikirim langsung ke Palang Merah Lebanon atau organisasi non-pemerintah lainnya.

Asosiasi juga mengirimkan makanan tahan lama dan barang-barang penting lainnya yang akan dikirim pada 20 Agustus 2020 mendatang. Mohamad Awada, sukarelawan dari Asosiasi Sosial Muslim Alberta di Calgary, mengungkapkan ia menangis setiap kali melihat berita tentang ledakan di Lebanon, yang merupakan negara asalnya.

Awada turut mengumpulkan sumbangan untuk membantu para korban ledakan yang dahsyat yang terjadi pekan lalu di pelabuhan di Beirut tersebut. "Saya merasa ledakan itu sampai ke luar negeri dan mencapai saya. Sungguh emosional di setiap aspek. Saya sangat bangga menjadi orang Kanada, tetapi juga sangat sulit melihat ibumu kesakitan, dan itulah yang saya rasakan tentang Lebanon," kata Awada, dilansir di CBC, Ahad (9/8).

Karena itulah, Awada menyerukan kepada komunitas di Calgary agar bermurah hati untuk menolong para korban di Beirut. "Hal-hal baik selalu membawa kebaikan. Apa yang Anda lakukan untuk kebaikan akan kembali kepada Anda juga," tambahnya.

Ledakan di Beirut terjadi karena 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang rentan meledak yang digunakan dalam pupuk, tersulut. Sedikitnya 150 tewas dalam insiden tersebut, sementara ribuan orang terluka dan 300.000 orang mengungsi dari rumah mereka.

Pemerintah Lebanon tengah melakukan penyelidikan yang fokus pada kemungkinan adanya kelalaian di sekitar penyimpanan bahan peledak. Di tengah Lebanon yang dilanda krisis keuangan, ledakan itu juga menghancurkan persediaan medis dan makanan di pelabuhan ibu kota.

Ketua asosiasi Muslim Alberta itu, Mahmoud Mourra, mengungkapkan tidak bisa membayangkan betapa buruknya situasi Lebanon saat ini. Ketika ia berbicara dengan teman dan saudara laki-lakinya di rumah, mereka memberi tahunya bahwa kondisi di sana lebih buruk. Moura juga dibesarkan di Lebanon dan memiliki keluarga di daerah tersebut.

"Tuhan memberkati kita bahwa ledakan itu terjadi setelah pukul 6.00, dan pelabuhan tutup pada pukul 15.30. Jika benda ini meledak pada pukul 3, jumlahnya bisa jadi jauh lebih buruk," kata Mourra.

Kanada telah mengumumkan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan hingga 5 juta dolar ke Lebanon. Sementara itu, menurut sensus statistik Kanada tahun 2016, lebih dari 10.300 orang Alberta lahir di Lebanon. Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 orang tinggal di Calgary.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER