Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Gubernur New York: Masa Terburuk Berakhir

Selasa 14 Apr 2020 12:56 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Seorang pengantar makanan mengendarai sepeda di New York, New York, AS, Sabtu (11/4). Kasus kematian akibat corona di New York telah menyentuh titik terendah. Ilustrasi.

Seorang pengantar makanan mengendarai sepeda di New York, New York, AS, Sabtu (11/4). Kasus kematian akibat corona di New York telah menyentuh titik terendah. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/JASON SZENES
Kasus kematian akibat corona di New York telah menyentuh titik terendah

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan masa 'paling buruk telah berakhir'. Hal ini disampaikan setelah kasus kematian virus corona di negara bagian itu menyentuh titik terendahnya.

Dalam merespons pandemi virus corona, Cuomo telah bekerja sama dengan gubernur New Jersey dan Connecticut. Ia menyinggung akan mengumumkan rencana koordinasi untuk membuka kembali bisnis dan sekolah-sekolah.

Cuomo mengatakan jumlah warga New York yang meninggal karena virus corona pada Ahad (12/4) lalu bertambah 617 jiwa. Angka itu lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang sebanyak 758 jiwa.

Jumlah kasus kematian ini paling rendah sejak 5 April lalu. Ia juga mengatakan tampaknya jumlah orang yang dirawat di rumah sakit menunjukkan tanda-tanda positif.

Namun ia tidak mendeklarasikan New York telah melewati tahapan paling mematikan. Cuomo memperingatkan semua pencapaian yang diraih dari pembatasan sosial dapat runtuh apabila 'kami melakukan sesuatu yang bodoh' dan terlalu cepat melonggarkan pembatasan sosial.

"Kami bisa mengendalikan penyebaran, saya merasa baik dengan hal itu, yang terburuk sudah berakhir, kami terus bertindak cerdas," kata Cuomo dalam konferensi pers, Selasa (14/4).

New York menjadi pusat penyebaran virus corona di Amerika Serikat (AS). Saat ini jumlah pasien yang meninggal karena virus corona di New York sudah mencapai 10.058 pasien. Jumlah itu hampir setengah dari total kasus kematian di seluruh AS.

Cuomo memang tidak menyampaikan rencana untuk membuka kembali New York. Tapi ia mengatakan masuk akal untuk bekerja sama dengan dua tetangganya yakni New Jersey dan Connecticut mengingat terhubungnya bisnis-bisnis di tiga negara bagian itu.

Cuomo mengatakan rencana untuk membuka kembali bisnis dan sekolah dilakukan secara bertahap. Menurutnya langkah itu harus disampaikan oleh pakar kesehatan publik dan bukan politisi. Ia mengatakan dalam rencana membuka kembali perekonomian New York ia akan fokus pada 'menyesuaikan kembali (sektor-sektor) yang esensial' dan melibatkan banyak pekerja 'sentral'.

Cuomo menuturkan demi mengembalikan kondisi perekonomian seperti semula jumlah pemeriksaan virus corona harus ditambah. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi tentang siapa yang bisa pergi bekerja.

"Anda akan mulai membuka katup kegiatan ekonomi dan Anda akan membukanya dengan perlahan-lahan, melakukan dengan hati-hati, melakukan perlahan-lahan dan cerdas, lebih banyak pemeriksaan dan lebih banyak pencegahan," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA