Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

40 Orang Tertembak di Chicago

Senin 06 Aug 2018 17:08 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan

Foto: Pixabay
Empat orang tewas dalam bentrokan selama tujuh jam.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Sebanyak 40 orang tertembak dalam bentrokan di Chicago yang terjadi selama tujuh jam dari Sabtu (4/8) tengah malam hingga Ahad (5/8) dengan empat korban tewas.

Rentetan penembakan di tempat berbeda tersebut terjadi terencana. Sementara, ada juga yang terkait persaingan antargeng. Padahal, otoritas mengatakan kekerasan senjata di negara itu menurun pada tahun ini.

"Ini adalah penembakan acak dan terarah di jalan-jalan kami. Kota Chicago mengalami malam yang amat keras. Insiden semacam ini di jalanan kota sama sekali tak bisa diterima,” kata Fred Waller, Kepala Divisi Patroli Departemen Kepolisian Chicago, dalam konferensi pers yang dilansir dari Reuters, Senin (6/8).

Dia mengatakan, sebagian besar penembakan terkait dengan kekerasan geng di kota dengan lebih kurang 2,7 juta orang itu. Penembakan itu merupakan yang terbesar ketiga di Amerika Serikat.

Polisi mengatakan, orang-orang bersenjata menargetkan satu blok. Korban adalah mereka yang tengah berkumpul setelah pemakaman, dan pertemuan lain pada malam ketika ribuan orang berkumpul untuk konser di pusat kota.

Media lokal melaporkan, serangan kekerasan terjadi di West Side. Sebanyak 25 orang ditembak dalam serangan terpisah.

Waller mengatakan, jumlah orang tertembak pada 2018 menurun dari tahun lalu. Chicago Tribune melacak statistik penembakan dan melaporkan awal bulan ini penembakan di kota itu telah menurun, dengan 533 lebih sedikit penembakan pada 1 Agustus dibandingkan dengan waktu yang sama pada 2017.

"Dengan menurunnya angka penembakan pada statistik, menunjukkan bahwa bukan berarti kita telah menang,” kata Waller.

Dia mengatakan, polisi bekerja keras dengan kelompok penegak hukum lain untuk menargetkan aktivitas geng yang menjadi otak penembakan. "Saya berjanji kita tidak akan dikalahkan," kata Waller.

Meskipun begitu, polisi tidak mengungkapkan dengan lebih spesifik mengenai penembakan yang terjadi Ahad kemarin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA