Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Ibu Kota Tigray Dihantam Serangan Udara

Selasa 19 Oct 2021 06:51 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

 Gambar yang dibuat dari video tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Ethiopia milik negara pada Senin, 16 November 2020 menunjukkan militer Ethiopia berkumpul di jalan di daerah dekat perbatasan wilayah Tigray dan Amhara di Ethiopia. Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan dalam sebuah posting media sosial pada hari Selasa, 17 November 2020 itu

Gambar yang dibuat dari video tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Ethiopia milik negara pada Senin, 16 November 2020 menunjukkan militer Ethiopia berkumpul di jalan di daerah dekat perbatasan wilayah Tigray dan Amhara di Ethiopia. Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan dalam sebuah posting media sosial pada hari Selasa, 17 November 2020 itu

Foto: AP/Ethiopian News Agency
Militer Ethiopia dan sekutu berperang lawan pasukan Tigray selama 11 bulan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Kota Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia dihantam serangan udara. Stasiun televisi yang dikuasai Tigrayan People's Liberation Front (TPLF) melaporkan serangan ini melukai beberapa orang warga sipil.

Pada Senin (18/10) Tigrai Tv melaporkan serangan di Kota Mekelle dilakukan oleh 'Abiy Ahmed'. Artinya mereka menuduh pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Juru bicara militer dan perdana menteri belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Pekerja kemanusiaan di Tigray mengatakan ada serangan udara di Mekelle.

Hingga saat ini laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Sebab pemerintah membatasi akses media ke wilayah tersebut.

Militer Ethiopia dan sekutunya berperang melawan pasukan Tigray selama 11 bulan berakhir. Pada bulan ini Kementerian Luar Negeri Ethiopia mengatakan negara itu mengusir tujuh orang pejabat PBB.

Langkah ini diambil dua hari setelah sekretaris jenderal PBB memperingatkan blokade bantuan yang dilakukan pemerintah akan menyebabkan ribuan orang di utara Tigray kelaparan.

Masyarakat internasional mengkritik pihak-pihak yang bertikai di utara Ethiopia dan kondisi yang diciptakan pemerintah Ethiopia di wilayah tersebut. Keputusan Ethiopia mengusir pejabat PBB membuat Addis Abbas terancam disanksi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan AS mengecam pengusiran tersebut. Ia menambahkan Washington tidak ragu menggunakan sanksi pada mereka yang menghalangi bantuan kemanusiaan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA