Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Emisi Karbon Australia Meningkat

Senin 27 Jun 2022 20:49 WIB

Red: Esthi Maharani

Penumpang tiba di Bandara Melbourne, Australia. Emisi karbon Australia meningkat sebesar hampir 1 persen pada tahun 2021

Penumpang tiba di Bandara Melbourne, Australia. Emisi karbon Australia meningkat sebesar hampir 1 persen pada tahun 2021

Foto: Joel Carrett/AAP Image via AP
Emisi karbon Australia meningkat sebesar hampir 1 persen pada tahun 2021

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Emisi karbon Australia meningkat sebesar hampir 1 persen pada tahun 2021, saat aktivitas berkendara dan perjalanan meningkat seiring dengan pemulihan dari pandemi Covid-19, kata pemerintah negara tersebut pada Senin (27/6/2022).

Peningkatan yang diperkirakan otoritas akan berlanjut hingga kuartal Maret 2022 itu memberikan tantangan bagi administrasi Partai Buruh yang baru. Mereka telah memberikan janji iklim negara itu dengan target untuk menekan emisi sebesar 43 persen dari tingkat di tahun 2005 hingga 2030.

Emisi karbon dioksida meningkat sebesar 4,1 juta ton, yang didorong oleh peningkatan sebesar 4 persen dalam emisi transportasi, peningkatan sebesar 3,3 persen dalam sektor manufaktur dan peningkatan 4,2 persen dalam sektor pertanian dengan pemulihan dari kekeringan.

Kenaikan-kenaikan tersebut sebagian diimbangi oleh penurunan 4,2 persen dari sektor penghasil emisi terbesar yakni pembangkit listrik, dengan lebih banyak daya yang berasal dari angin dan matahari dan lebih sedikit dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas.

Pernyataan itu dikatakan oleh Kementerian Perindustrian dalam pembaruan per kuartal. Dikatakan bahwa tren menunjukkan peningkatan lebih lanjut pada kuartal Maret 2022 menjadi 489 Mt CO2-e, yang akan naik 2 persen dari Maret 2021.

Sektor manufaktur telah mencatat peningkatan emisi terbesar dalam segi persentase sejak tahun 1990, dengan kenaikan sebesar 54 persen atau 35,8 Mt CO2-e sebagian besar disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan industri ekspor gas alam cair (LNG).

Emisi dari produsen besar akan menjadi target dari rencana pemerintah untuk memperketat apa yang disebut "mekanisme perlindungan". Mekanisme tersebut mengharuskan penghasil emisi terbesar di negara itu untuk menjaga emisi mereka di bawah batas yang disepakati, atau garis dasar, dan membeli kredit karbon ketika mereka melebihi garis dasar itu.

Pemerintah juga bertujuan untuk menawarkan keringanan pajak pada kendaraan listrik untuk meningkatkan penggunaan mobil yang lebih bersih, yang akan membantu mengurangi emisi dari sektor transportasi.

"Menangani emisi transportasi perlu menjadi prioritas bagi pemerintah ini," kata juru kampanye Greenpeace Australia Pasifik Lindsay Soutar dalam sebuah pernyataan.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA