Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Pemberdayaan Perempuan Lewat Baseball Australia

Jumat 10 Jun 2016 07:45 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Di tengah hangatnya pemberitaan kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia, Ni Komang Arianti bersama rekan-rekannya dari Baseball Australia baru saja menggelar sesi pemberdayaan di depan sejumlah remaja putri Jakarta lewat program ‘Diamond in the Rough’.

Banyak pengamat, akademisi maupun kelompok masyarakat saling melontarkan opini serta wacana untuk mengurangi tindakan kekerasan terhadap perempuan. Kebanyakan opini maupun solusi yang diperbincangkan masih seputar soal penampilan kaum perempuan yang layak atau tindakan hukuman kebiri bagi para pelaku kekerasan seksual.

Saya tidak ingin berpanjang lebar membahas wacana  soal penampilan perempuan yang layak maupun Perppu hukuman kebiri yang baru saja ditandatangani Presiden Jokowi. Lewat tulisan ini, saya ingin menceritakan sebuah pengalaman berharga, setidaknya bagi diri saya sendiri maupun bagi kawan-kawan saya di Soroptimist International of Kemang (SIK).

Tanggal 24 Mei lalu, saya dan beberapa teman SIK mendapatkan kesempatan untuk mengisi salah satu sesi kegiatan ‘Diamond in the Rough’ di The Hit Factory, Kebayoran Lama, Jakarta. Kami berkesempatan memfasilitasi 15 anak-anak perempuan Indonesia yang diundang hadir dalam coaching clinic. Tak ketinggalan, 15 atlet bisbol perempuan profesional  Australia turut mendukung sesi ini.

Diamond in the Rough
Tim SIK sedang mengisi sesi 'Appreciative Inquiry' di coaching clinic 'Diamond in the Rough' (24/5).
Supplied; SIK

Apa itu ‘Diamond in the Rough’?

‘Diamond in the Rough’ adalah program olahraga bisbol yang didanai Pemerintah Australia lewat dana hibah Asian Sports Partnerships, berkolaborasi dengan Baseball Australia, Aussie Hearts International Women’s Baseball, NOMORE, CAUSINDY (Conference of Australian & Indonesian Youth) dan The Hit Factory Indonesia . Sementara itu, saya dan teman-teman SIK turut mendukung kolaborasi ini lewat sesi Appreciative Inquiry (AI) yang ditujukan untuk menggali mimpi dan cita-cita dari para calon atlet bisbol perempuan Indonesia tersebut.

Tujuan dari program ini, selain mendorong tumbuhnya lebih banyak atlet bisbol perempuan di Indonesia, adalah kampanye anti- kekerasan domestik maupun kekerasan seksual terhadap perempuan lewat pemberdayaan, latihan kepemimpinan dan kerjasama tim.

Perempuan dan olaharga

Selama ini stigma dunia olahraga lekat dengan dunia kaum pria, namun dari pengalaman SIK selama satu hari terlibat dalam ‘Diamond in the Rough’ membuat kami berpikir ulang bahwa sudah seharusnya dunia olahraga itu dunia bebas bias gender. Perempuan dan olaharga sebaiknya dilihat sebagai sebuah kesatuan yang harmonis yang memberikan kebebasan bagi para atletnya untuk mengekpresikan kecintaan mereka terhadap bidang olahraga yang mereka tekuni, membangun semangat kerjasama tim, bermain fair, sportif dan tentu saja bermain dengan penuh kegembiraan.

Sejalan dengan misi SIK dalam memberdayakan perempuan dalam bidang sosial ekonomi maupun budaya, SIK menyambut gembira kesempatan untuk mendukung ‘Diamond in the Rough’ karena kami percaya lewat olahraga seperti bisbol ini akan banyak remaja maupun perempuan dewasa di Indonesia yang tumbuh penuh percaya diri, berani, kompak dan mampu mewujudkan mimpi serta cita-cita mereka.

Olahraga sudah seharusnya menjadi salah satu media bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi nyata bersama-sama dengan kaum pria di negeri ini.

Diamond in the Rough
Ni Komang (berdiri di sebelah kiri) berbicara di depan sejumlah remaja putri Indonesia dalam sesi AI 'Diamond in the Rough'.
Supplied; SIK

AI dan Mimpi Calon Atlet Baseball Perempuan Indonesia

Dalam sesi Appreciative Inquiry (AI) selama 2 jam hari itu, SIK maupun para mitra ‘Diamond in the Rough’ sama-sama belajar dan menikmati proses bagaiamana anak-anak perempuan tersebut bersemangat menceritakan mimpi dan cita-cita mereka.

Mereka pun yang awalnya malu-malu untuk bercerita tentang mimpi maupun cita-citanya menjadi berani menyampaikan setelah melihat bagaimana teman-teman atlet baseball perempuan Australia menceritakan mimpi besar mereka.

Sesi ini bukan hanya membantu anak-anak perempuan ini mengenali potensi serta passion mereka, tetapi juga mengajarkan kepada mereka bahwa terlepas dari kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki tiap orang, asal disertai kerja keras dan komitmen  yang tinggi serta senantiasa fokus pada apa yang ingin dicapainya dalam hidup, niscaya cita-cita dan mimpinya akan terwujud.

Siang itu ketika saya dan teman-teman SIK akan beranjak pulang, kami melihat binar-binar mata penuh percaya diri dan keberanian yang perlahan tumbuh dalam diri calon-calon atlet baseball perempuan ini. Teruslah bermimpi dan bermain baseball, tidak satu orang pun yang boleh mematahkan semangat serta rasa percaya diri kalian.

Jadilah perempuan-perempuan tangguh Indonesia!

* Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA