Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Indonesia Protes Kemunculan Kapal Cina di Laut Natuna

Selasa 22 Mar 2016 08:13 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kapal patroli Cina di Laut Cina Selatan.

Kapal patroli Cina di Laut Cina Selatan.

Foto: afp

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia telah melayangkan protes ke Cina atas tindakan pelanggaran perairan oleh kapal penjaga pantai China di dekat wilayah Laut Cina Selatan yang disengketakan.

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Laut Cina Selatan, khususnya atas reklamasi tanah yang dilakukan Cina dan atas klaim negeri Tirai Bambu di koridor pelayaran yang sibuk tersebut.

Beberapa negara Asia Tenggara saling mengklaim kepemilikan di wilayah tersebut dan meskipun Indonesia tak melakukannya, negara ini memandang dirinya sebagai "penengah" dalam berbagai sengketa teritorial.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan ia telah bertemu dengan perwakilan kedutaan Cina di Jakarta setelah muncul insiden akhir pekan yang melibatkan kapal penjaga pantai Cina , sebuah kapal nelayan Cina , dan sebuah kapal patroli Indonesia di daerah yang dikenal sebagai Laut Natuna.

"Pada pertemuan itu, kami menyampaikan protes keras kami atas pelanggaran hak kedaulatan Indonesia oleh kapal penjaga pantaiCina  ," ujar Menlu dalam konferensi pers.

Pihak berwenang Indonesia berusaha untuk menahan sebuah kapal Cina yang diduga tengah berusaha memancing secara ilegal di perairan Indonesia. Delapan awak kapal Cina ditahan tetapi penjaga pantai Cina mencegah Indonesia dari mengamankan kapal penangkap ikan. Cina mengatakan, kapal penangkap ikan itu beroperasi di "lahan perikanan tradisional Cina" dan menuntut agar para nelayannya dibebaskan.

"Ketika datang ke sengketa perikanan, atau masalah maritim, Cina selalu siap bekerja sama dengan Indonesia untuk menyelesaikan sengketa tersebut melalui negosiasi dan dialog," kata pejabat kedutaan Cina, Sun Weide kepada wartawan di Jakarta setelah bertemu Menteri Perikanan Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA