Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Enam Warga Australia Terancam Ekstradisi ke Peru

Rabu 03 Jul 2013 08:05 WIB

Red:

Enam Wargfa Australia yang terancam diekstradisi ke Peru

Enam Wargfa Australia yang terancam diekstradisi ke Peru

CANBERRA -- Enam anak muda Australia diperintahkan kembali ke Peru pekan ini untuk dihadapkan ke pengadilan dalam kasus kematian seorang penjaga pintu, Lino Rodriguez Vilchez, di ibukota Peru, Lima.

Dijuluki "Peru Six", para tertuduh menyatakan mereka tidak bersalah, tapi hakim mengatakan, mereka adalah tersangka utama dalam kematian Lino Rodriguez Vilchez, yang jatuh dari lantai 15 hingga tewas pada bulan Januari tahun lalu.

Keluarga Rodriguez Vilchez menyatakan, keenam warga Australia itu telah membunuh pria berusia 45 tahun tersebut, mendorongnya dari sebuah gedung apartemen setelah bertengkar soal suara bising.

Para warga Australia itu diancam dengan surat perintah penahanan Interpol dan perintah ekstradisi mungkin akan segera dikeluarkan.

Jessica Vo, kakak-beradik Hugh dan Tom Hanlon, bersama dengan Harrison Geier, Andrew Pilat, dan Sam Smith terus melawan tuduhan itu selama hampir 12 bulan.

 

 

Mereka dipanggil untuk pengusutan di Peru, tapi mereka khawatir mereka tidak akan disidangkan secara adil di Peru.

Kematian Rodriguez Vilchez semula dinyatakan sebagai bunuh diri, tapi tim invesigasi membuka kembali pengusutan mereka setelah kampanye dari saudara laki-lakinya, Wimber, yang berpendapat, bukti yang diajukan tidak konsisten dengan bunuh diri.

"Otopsi atau post mortem menunjukkan, saudara laki-laki saya penuh dengan memar dan bekas luka di bagian depan dan belakang kepalanya dan di bagian iga dan bagian tubuh atas," katanya.

Ia menyatakan telah menemukan seorang saksi yang mendengar suara ribut-ribut di lantai 15, dan ia menjadi yakin pada versi kejadian yang baru.

"Terdengar suara ribut-ribut di apartemen 1501 dimana keenam orang Australia itu tinggal," katanya.

"Saudara saya menemui mereka tapi terjadi salah pengertian karena ia hanya berbicara bahasa Spanyol dan mereka berbahasa Inggris."

"Mereka memukulnya dan melemparkannya dari lantai 15."

Para warga Australia itu membantah adanya suara ribut-ribut. Rodriguez Vilchez juga tidak datang ke apartemen mereka dan tidak ada konfrontasi.

Jessica Vo Photo: Jessica Vo says the trip was a celebration after she had beaten ovarian cancer in September 2011. (Facebook)

 

Para warga Australia itu tinggal semalam lagi dan meninggalkan Lima sesuai dengan rencana untuk meneruskan liburan mereka, tapi setelah pernyataan dari Wimber Rodriguez Vilchez, pihak berwenang setempat berkesimpulan bahwa pria penjaga pintu itu didorong hingga mati.

Sebuah laporan televisi Peru menyebut para warga Australia itu pembunuh, dan mengatakan, mereka menarik si penjaga pintu ke dalam apartemen mereka, memukulinya dan melemparkannya keluar jendela.

Para warga Australia itu memakai tim pengacara Peru dan investigator forensik mereka sendiri, yang menyangkal teori polisi bahwa Rodriguez Vilchez dilempar sampai mati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA