Rabu 30 Dec 2020 04:05 WIB

Infografis Apa Itu GeNose?

Tim riset UGM telah telah mendapatkan izin edar alat GeNose dari Kemenkes RI.

Foto: republika/mgrol100
GeNose

REPUBLIKA.CO.ID, Tim riset UGM telah telah mendapatkan izin edar alat GeNose dari Kementerian Kesehatan RI.

GeNose adalah alat yang dirancang untuk mendeteksi serta mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi coronavirus atau tidak. Alat ini bekerja dengan  mengambil sampel dari embusan napas.

GeNose mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena infeksi corona.

VOC juga dikeluarkan oleh penderita penyakit pernapasan lain.

Karena itu, GeNose dapat menjadi metode alternatif pengecekan cepat (rapid test) Covid-19 pada seseorang. 

GeNose disebut mampu melakukan pemeriksaan sekitar 120 kali per hari dengan estimasi tiap pemeriksaan sekitar 3 menit dan efektivitas kerja alat selama 6 jam.

Sementara, diagnosis infeksi virus SARS-CoV-2 masih mengandalkan tes PCR. 

PCR masih menjadi tes yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendeteksi Covid-19.

Tes PCR adalah jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA atau RNA) dari suatu virus. 

Sampel yang umumnya diambil adalah swab cairan dari hidung serta tenggorokan.

Tes PCR dapat mendeteksi virus lebih dari 3 hari setelah terpapar, dan dapat mendeteksi virus dalam jumlah sangat sedikit. 

Tes dapat menunjukkan hasil positif walaupun setelah pasien tidak lagi infeksius. 

 

Sumber: antara, republika.co.id

Pengolah data: ratna puspita

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement