Pemkot Mataram Gelar Renungan Suci Kemerdekaan
Ahad , 17 Aug 2014, 09:11 WIB

Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-69 RI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ahad (17/8) dini hari

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Upacara kehormatan sekaligus renungan suci di Taman Makam Pahlawan Majeluk, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung takzim dan sunyi.

Sebelum memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-69 RI, Wakil Gubernur NTB didampingi petinggi pemerintahan lainnya melaksanakan upacara kehormatan dan renungan suci bagi para pejuang di Taman Makam Pahlawan Majeluk, mulai pukul 00.00 Wita, Ahad dini hari.

Upacara yang dipimpin oleh Komandan Resor Militer 162/WB Kolonel Arh Kuat Budiman itu, berlangsung selama 20 menit diawali dengan mengheningkan cipta, kemudian dilanjutkan pembacaan naskah renungan suci.

Kegiatan upacara kehormatan dan renungan suci itu dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang gugur di medan perang maupun pahlawan pascakemerdekaan RI.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad dini hari itu merupakan bagian dari agenda peringatan Hari Kemerdekaan ke-69 RI yang digelar pada Ahad pagi di lapangan Bumi Gora kantor Gubernur NTB.

Pada Ahad pagi, kegiatan akan diawali dengan pemberian remisi kepada para tahanan di Lapas II A Mataram oleh Gubernur NTB, kemudian upacara detik-detik proklamasi di lapangan Bumi Gora Provinsi NTB, pukul 09.00 Wita.

Selanjutnya, pada Ahad siang, tepatnya pukul 16.00 Wita, dilaksanakan penurunan bendera Merah Putih di lokasi yang sama yakni lapangan Bumi Gora NTB.

Kemudian dalam agenda terakhirnya, pada Ahad malam pukul 19.30 Wita, pemerintah provinsi dan seluruh pejabat tinggi maupun para tamu undangan menghadiri acara tasyakuran atau resepsi perayaan hari kemerdekaan di Pendopo Gubernur NTB.

Redaktur : Hazliansyah
Reporter :
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar