Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Dream Cruises Gagas Seacation

Ahad 08 Nov 2020 04:25 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kapal Pesiar Dream Cruises mengajak wisatawan Singapura berlayar selama enam jam sebelum kembali merapat ke dermaga tempat keberangkatan.

Kapal Pesiar Dream Cruises mengajak wisatawan Singapura berlayar selama enam jam sebelum kembali merapat ke dermaga tempat keberangkatan.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Seacation jadi alternatif wisata warga Singapura di tengah pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Ratusan warga Singapura yang sudah "gatal" ingin bepergian ke luar rumah bisa melepas penat dengan menaiki kapal pesiar. Akan tetapi, kapal tidak berlayar ke mana-mana.

Meski begitu, pengalaman tersebut akan menjadi kesempatan langka pelisiran dengan kapal pesiar setelah pandemi virus corona membuat industri pariwisata terpuruk. Sebelum mengikuti "seacation" yang singkat di kapal World Dream, semua penumpang harus melewati tes usap Covid-19.

"Gagasan untuk keluar dari Singapura, walaupun tidak jauh, beberapa hari, sangat menarik," kata salah satu penumpang, Robert Gaxiola,  Jumat.

Kapasitas kapal pesiar Dream Cruises dibatasi setengahnya. Ang Sen Hock (73) mengatakan, dia tidak takut terinfeksi virus corona penyebab Covid-19 dan telah memesan beberapa perjalanan lagi dalam waktu dekat.

"Tidak khawatir. Sebab awal tahun ini saya juga naik kapal pesiar ini, dan kebetulan, ada dua orang yang diduga terinfeksi," kata Ang. "Tapi kami tetap berangkat dan ada penanganan untuk mereka," kata dia seperti dikutip dari Reuters.

Industri kapal pesiar secara global betul-betul terdampak pandemi virus corona, di mana beberapa kasus awal ditemukan di kapal pesiar. Pelayaran istimewa ini hanya terbuka untuk warga Singapura. Mereka bisa berlayar beberapa hari di atas laut.

Sebelumnya, ada juga penerbangan tanpa destinasi yang diprakarsai maskapai di Asia. Tur ini mengajak penumpang lepas landas, berputar di udara, dan mendarat di bandara yang sama.

Sebanyak 1.400 penumpang kapal pesiar diwajibkan memakai perangkat elektronik pelacakan kontak dan harus menjaga jarak sepanjang waktu. Tidak ada lagi prasmanan di Dream Cruises.

Operator telah menambah fasilitas medis, termasuk unit pemeriksaan dan isolasi. Presiden Dream Cruises, Michael Goh, mengatakan para kru akan merespons secara tegas tanda-tanda infeksi.

"Penumpang akan diharuskan kembali ke kabin dan pembersihan serta sanitasi akan dilakukan di kapal," kata dia. "Dalam kurang dari enam jam, kami akan kembali ke Singapura."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA