Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Homestay di Desa Wisata Bajo Terapkan Protokol

Senin 10 Aug 2020 08:09 WIB

Red: Ani Nursalikah

Homestay di Desa Wisata Bajo Terapkan Protokol. Foto aerial permukiman suku Bajo, Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Ahad (9/8/2020). Desa wisata yang berada di atas laut tersebut mulai dikunjungi wisatawan setelah sebelumnya sepi akibat pandemi COVID-19.

Homestay di Desa Wisata Bajo Terapkan Protokol. Foto aerial permukiman suku Bajo, Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Ahad (9/8/2020). Desa wisata yang berada di atas laut tersebut mulai dikunjungi wisatawan setelah sebelumnya sepi akibat pandemi COVID-19.

Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA
Desa wisata Bajo sebelumnya tutup tiga bulan akibat pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Homestay atau tempat penginapan bagi wisatawan di rumah warga di Desa Wisata perkampungan Suku Bajo yang berada di atas air di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo menerapkan protokol kesehatan. Salah seorang pemilik homestay itu, Rena Pasandre mengatakan hal itu dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga

"Sebelumnya kami memang mendapatkan sosialisasi dari pemerintah daerah setempat, agar menerapkan protokol kesehatan dalam mengoperasikan homestay maupun di rumah-rumah disini," ujarnya.

photo
Foto aerial permukiman suku Bajo, Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Ahad (9/8/2020). Desa wisata yang berada di atas laut tersebut mulai dikunjungi wisatawan setelah sebelumnya sepi akibat pandemi Covid-19. - (Adiwinata Solihin/ANTARA)

Ia menegaskan setiap rumah wajib menyediakan tempat mencuci tangan, dan saat datang ke desa wisata tersebut wajib mengenakan masker serta menjaga jarak. "Pandemi Covid-19 ini memang sangat berdampak pada kami sebagai penyedia layanan homestay, karena banyak tamu yang sudah memesan untuk menginap terpaksa dibatalkan," ujarnya.

Rena menjelaskan sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam tiga tahap, selama itu pun ia menutup usahanya tersebut. "Kami tutup selama tiga bulan dan baru pekan ini ada tamu lagi, pandemi ini sangat terasa dampaknya, semoga segera berakhir," kata Rena.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA