Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Spanyol Batalkan Festival San Fermin Akibat Pandemi Corona

Rabu 22 Apr 2020 14:18 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Festival San Fermin di Spanyol yang semula dijadwalkan untuk digelar selama delapan hari pada Juli 2020 dibatalkan akibat pandemi corona.

Festival San Fermin di Spanyol yang semula dijadwalkan untuk digelar selama delapan hari pada Juli 2020 dibatalkan akibat pandemi corona.

Foto: boston.com
Festival San Fermin yang rencananya digelar Juli dibatalkan akibat pandemi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMPLONA -- Pemerintah Spanyol resmi membatalkan Festival San Fermin untuk mencegah penyebaran virus corona. Rangkaian acara tahunan yang terkenal itu semula direncanakan berlangsung selama delapan hari pada Juli 2020.

San Fermin di Kota Pamplona menyuguhkan banyak pertunjukan seperti konser, tarian, dan pertunjukan tradisional. Puncak acaranya yang selalu dinanti warga setempat maupun turis adalah Encierro atau berlari bersama banteng.

"Seperti yang sudah diperkirakan, ini membuat kami sangat sedih," kata Plt Wali Kota Pamplona, Ana Elizalde. Ini pertama kalinya festival ikonik San Fermin Fiesta tidak dilaksanakan di kotanya sejak empat dekade terakhir.

Festival pernah dibatalkan ketika kerusuhan politik pecah di Spanyol pada 1978. Rangkaian acara pun sempat dikurangi satu hari pada 1997, ketika seorang politisi Basque tewas di tangan separatis Euskadi Ta Askatasuna (ETA).

Dikutip dari laman CNA Lifestyle, festival selalu dipadati ribuan pengunjung dari dalam dan luar Spanyol. Festival populer secara global setelah dikisahkan dalam novel 1926 karya Ernest Hemingway, The Sun Also Rises.

Elizalde memastikan bakal terus melihat perkembangan situasi. Pihaknya sebenarnya berharap San Fermin masih bisa diadakan. Dampak lain dari pembatalan San Fermin, Kota Pamplona bisa mendapat pukulan ekonomi yang berat.

Belum lagi, Covid-19 di Spanyol tercatat sebagai salah satu yang paling buruk di dunia. Menurut data yang dihimpun Worldometers pada Rabu (22/4) pagi, tercatat 204.178 kasus positif dan 21.282 kematian, sementara 82.514 pasien telah sembuh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA