Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Mitos Dasamuka di Gunung Ungaran, Dilarang Minum Miras

Rabu 04 Sep 2019 00:31 WIB

Rep: Ronald Ricardo (cek n ricek)/ Red: Ronald Ricardo (cek n ricek)

Sumber: Pesona.travel

Sumber: Pesona.travel

Dasamuka disimbolkan sebagai nafsu negatif manusia.

Ceknricek.com -- Gunung Ungaran tidak hanya menyimpan banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti Candi Gedong Songo, Pasar Jimbaran, dan Umbul Sidomukti. Gunung tipe stratovolcano atau berbentuk kerucut dengan kondisi alam diselimuti hutan lebat ini juga memiliki jejak sejarah yang menarik untuk dikulik.

Gunung berketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut yang berlokasi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga memiliki mitos. Salah satunya yakni Makam Dasamuka.

Mitos Makam Dasamuka
Menurut mitos, di lereng gunung di antara beberapa candi, terdapat makam Dasamuka. Dia akan bangkit jika mencium aroma minuman keras.

Oleh karena itu, masyarakat sekitar Gunung Ungaran tak ada yang berani minum minuman keras. Dalam kisah Ramayana, Dasamuka disimbolkan sebagai nafsu negatif manusia.

Mitos<a href= Makam Dasamuka di Gunung Ungaran" width="700" height="403" />
Sumber: Pesona.travel

Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi membuat kesalahan sehingga noda diwariskan anaknya. Dasamuka merupakan simbol dosa dan syahwat yang dilakukan ayah dan ibunya. Dia dikurung oleh Hanoman di lereng gunung. Menurut mitos, sampai sekarang Hanoman masih mengawasi Dasamuka dari Gunung Telomoyo karena dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa bangkit.

Bukti bahwa zaman dahulu terdapat kerajaan di sekitar Gunung Ungaran adalah adanya situs arkeologi yang bernama Gedong Songo. Masyarakat biasa menyebutnya Gedong yang berarti candi, dan Songo yang artinya sembilan. Karena memang candinya berjumlah sembilan. Berundak mulai dari lereng gunung hingga ke puncak.

Mitos Makam Dasamuka di Gunung Ungaran
Sumber: Pesona.travel

Baca Juga: Menikmati Indahnya "Brown Canyon" Tambang Pasir Rowosari

Dari puncak jika dilihat ke utara, masyarakat bisa memandang Laut Jawa dan Kota Semarang. Jika membalikkan badan, bisa melihat berjajar Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Kendalisodo, dan Gunung Telomoyo. Para pendaki yang ingin menjajal Gunung Ungaran bisa menggunakan beberapa jalur pendakian.

Salah satunya dari Umbul Sidomukti yang terkenal akan keseruan wisata permainannya. Jalur tersebut biasa disebut jalur Mawar. Jika melalui jalur Gedong Songo, maka dibutuhkan waktu sekitar lima jam untuk sampai ke puncak.

Ada banyak sekali hewan endemik yang bisa ditemukan di Gunung Ungaran. Beberapa burung seperti elang jawa, trulek jawa, bondol jawa, cucak kutilang, alap capung, dan raja udang meninting masih sering ditemui di sini. Selain burung, ada juga bermacam jenis unggas seperti ayam hutan merah dan ayam hutan hijau. Sedangkan endemik tumbuhan yang bisa ditemukan di sana adalah jamuju, sarangan, waru gunung, kantil, cemplonan, cempaka putih, dan rengas.

Mitos Makam Dasamuka di Gunung Ungaran
Sumber: Pesona.travel

Salah satu cara mudah menikmati keindahan Gunung Ungaran bisa dari Mawar Camp. Di sini pengunjung bisa mendirikan tenda, menikmati indahnya Gunung Merbabu dan menikmati hangatnya matahari terbit. Atau menyusuri Gua Jepang di sekitar daerah Promasan. Konon di dalam gua ini terdapat bilik kamar yang jumlahnya selalu berubah. Pengunjung bisa menikmati sensasi mendebarkan ketika memasuki gua itu.

Buat mereka yang enggan mendaki, keindahan Gunung Ungaran bisa dinikmati ketika melalui tol Semarang-Solo. Keindahannya bisa dinikmati dan diabadikan dari rest area kilometer 429 Ungaran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA