Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Yuk Pahami Singlish, Bahasa Inggris Ala Singapura

Rabu 18 Mar 2015 15:18 WIB

Rep: C22/ Red: Indira Rezkisari

Orchard Road, salah satu sudut ikonik Singapura.

Orchard Road, salah satu sudut ikonik Singapura.

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Singapura selalu menjadi pilihan banyak orang untuk berlibur. Faktor lokasinya yang dekat dengan Jakarta, membuat banyak orang Indonesia pun senang menyambangi Singapura. Bahasa Inggris ala Singapura namun tergolong unik, mereka yang baru pertama kali mendengarnya biasanya akan bingung karena kurang paham maksudnya.

Area Director Indonesia untuk Singapore Tourism Board, Michele Shen-li, Rabu (18/3), di Jakarta memaparkan Singapura mempunyai dua bahasa yang digunakan oleh penduduknya, bahasa Inggris dan Mandarin. Selain itu masih ada satu bahasa lain yang sebenarnya tidak resmi tapi justru digunakan sehari-hari. Apa itu? Jawabannya adalah Singlish.

Singlish atau Singapore-English merupakan campuran antara bahasa Inggris dan bahasa setempat.  Biasanya, penduduk setempat menggunakan bahasa ini untuk berdialog. Bahasa ini sangat unik untuk didengar, terutama bagi orang-orang yang belum pernah mendengar sebelumnya. Singlish juga sangat mendominasi dalam percakapan sehari-hari masyarakat setempat.

Masyarakat setempat akan memperkenalkan bahasa ini kepada wisatawan asing yang berkunjung ke sana, dengan senang hati. Tujuan dari memperkenalkan bahasa ini, yakni agar wisatawan dapat mengetahui Singlish dan tidak merasa aneh ketika mendengarnya.

Beberapa kata Singlish yang selalu digunakan adalah alamak, shiok, kiasu, lah, can or not, dan chope. Alamak digunakan untuk mengucapkan "mati aku" atau "aduh". Kata ini diletakkan pada awal kalimat. Kata shiok digunakan untuk menyatakan fantasi atau perasaan puas dan senang. Kata kiasu merupakan kata yang mempunyai makna semangat persaingan yang tinggi. Kedua kata tersebut digunakan pada akhir kalimat.

Lah merupakan kata yang sering didengar setelah kata alamak. Kata lah merupakan akhiran yang digunakan untuk memberikan penekanan pada kalimat.

Kata can or not juga kata yang biasa didengar di Singapura. Kata ini untuk menanyakan sesuatu yang bisa dilakukan atau tidak bisa dilakukan. Sedangkan kata chope digunakan untuk menguasai tempat atau benda lain. Misalnya merujuk pada sesuatu yang ingin anda tempati.

Michele menyarankan jika wisatawan tertarik untuk belajar bahasa ini, wisatawan bisa berbaur dengan masyarakat setempat. Dengan berbaur, wisatawan akan mendapatkan keuntungan lain, yakni mereka bisa menjalin pertemanan dengan masyarakat Singapura.

"Selain bahasa Inggris dan Mandarin, kami juga punya bahasa Melayu, dan Tamil," jelas Michele.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA