Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Keterpurukan Ekonomi, Australia Tetap Menarik di Mata Wisatawan

Ahad 08 Mar 2015 10:36 WIB

Rep: C22/ Red: Winda Destiana Putri

wisata australia (ilustrasi)

wisata australia (ilustrasi)

Foto: www.anneahira.com

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Wisatawan asal Cina berbondong-bondong ke Australia. Pengajuan visa pengunjung meningkat 21 persen pada tahun lalu.

Australia terus menjadi tempat tujuan wisata bagi wisatawan Cina. Departemen Imigrasi menunjukkan hampir 600 ribu aplikasi visa pengunjung dari Cina diajukan pada tahun 2014. Jumlah pengajuan visa naik 21 persen pada tahun sebelumnya.

Pada Tahun Baru Imlek 2015 volume visa pengunjung naik 23 persen dibandingkan tahun 2014. Lebih dari 120 ribu visa pengunjung diselesaikan sampai saat ini.

Meskipun beberapa daerah sedang mengalami keterpurukan ekonomi, sektor pariwisata tetap kuat. Total aplikasi visa pengunjung naik enam persen di tahun terakhir.

Asisten Menteri Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan, Michaelia Cash mengatakan Australia merupakan negara yang sangat kompetitiff.

"Sangat memungkinkan untuk pasar Asia tumbuh menjadi prioritas utama bagi pemerintahan Abbott," kata senator Cash kepada News Corp Australia, Ahad (8/3).

Berdasarkan berita yang dikutip dari News Sabtu (7/3) sore, Senator Cash mengatakan Cina merupakan pasar ekspor pariwisata yang sangat berharga bagi Australia. Australia menyadari pentingnya pasar yang sedang berkembang, khususnya Cina sebagai pembuat pasar liburan.

Menteri Perdagangan, Andrew Robb mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga industri yang pariwisata yang kuat. "Australia memiliki tujuan wisata yang beragam dan unik bagi wisatawan internasional. Pemerintah Koalisi berkomitmen untuk memastikan kami memanfaatkan peluang pariwisata kami," tambah Robb.

Sementara Tourism Australia mengatakan, prakiraan terbaru menunjukkan pasar Cina bisa bernilai hingga 13 miliar dolar untuk ekonomi Australia. Angka-angka terbaru juga mengikuti keputusan baru-baru ini pada bulan Januari. Keputusan baru itu, yakni agar pemerintah membuka rute penerbangan langsung antara Cina dan Australia.

Tourism Australia Managing Director, John O'Sullivan mengatakan pariwisata Australia sedang menampilkan yang terbaik, dengan kedatangan wisatawan internasional pada tingkatan tertinggi. Dan pertumbuhan pariwisata menyebar di sebagian besar pasar sasaran utama.

"Sementara jumlah pariwisata Cina masih sangat kuat, kami juga kembali melihat pada kekuatan volume pasar tradisional yang tinggi, seperti Amerika," lanjut O'Sullivan.

Profesor studi Cina di University of Technology Sydney, Yingjie Guo mengatakan Cina memiliki tanah yang sedang berkembang, dan banyak rumah tangga dari berbagai kelas memiliki pendapatan bersih yang lebih besar. Itulah yang menyebabkan banyak orang Cina lebih memilih pergi ke luar negeri.

"Orang-orang memiliki banyak uang untuk dihabiskan," kata Profesor Guo.

Saat ini, gaji di Cina sedang meningkat, kekayaan sedang tumbuh, dan banyak peluang di Cina untuk mendapatkan banyak uang. Jumlah orang kaya di sana sangat besar.

Profesor Guo mengatakan Australia dipandang sebagai tujuan yang "fashionable". Selain itu, Australia juga merupakan tujuan wisata yang populer, karena orang-orang Australia ramah dan orang-orang Cina merasa nyaman berada di sana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA