Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Batik Giriloyo Terus Berinovasi

Ahad 04 May 2014 09:13 WIB

Red: Agung Sasongko

Kain batik

Kain batik

Foto: Noravedika/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Para pengrajin di sentra batik tulis Giriloyo, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berinovasi, meskipun tetap menjaga tradisi yang diwariskan nenek moyangnya.

"Kami terus berinovasi untuk menarik pelanggan dan memperluas pasar, sehingga diharapkan keberadaan batik tulis Giriloyo tetap terjaga," kata Ketua Paguyuban Pengrajin Batik Tulis Giriloyo Nur Ahmadi di Yogyakarta, Ahad (4/5).

Ia mengatakan sebagai sentra batik yang mengkhususkan pada produk batik tulis dan menjaga motif-motif tradisional, harga batik Giriloyo dinilai mahal. Sebabnya, kata Nur Ahmadi, para pengrajin harus berinovasi dengan menciptakan motif-motif baru, desain baru, namun tetap menjaga motif tradisional yang ada.

"Konsumen banyak yang tertarik dengan batik tulis produk perngrajin Giriloyo, namun ketika melihat harganya menjadi berpikir ulang untuk membeli karena mahal," katanya.

Menurut dia, batik dengan motif tradisional biasanya motifnya penuh dan polanya halus, sehingga harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per lembar. "Oleh karena itu, kami juga membuat batik dengan motif minimalis, kontemporer, namun tetap berupa batik tulis dengan kualitas sentra batik Giriloyo," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga memproduksi pakaian jadi dari bahan batik tulis. Biasanya pembeli meminta dijahitkan, dari kain yang dibeli di sentra batik itu.

"Kami bisa memasarkan produk batik tulis dalam jumlah banyak terutama saat mengikuti pameran, dan ketika musim liburan sekolah. Pemasaran produk pengrajin mengandalkan ruang pamer di sentra batik Giriloyo," kata Nur Ahmadi.

Menurut dia, saat ini ada 12 kelompok pengrajin batik tulis di Giriloyo, dan setiap kelompok jumlah anggotanya antara 30 hingga 40 orang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA